Garuda: Wisatawan Tiongkok Punya Karakter Berbeda dengan Indonesia



Garuda Indonesia mengatakan ada sekitar 10 juta penduduk Tiongkok dari kalangan menengah ke bawah yang melakukan perjalanan ke luar negeri setiap tahunnya. Namun, dari jumlah itu Indonesia baru bisa menggaet 700.000 orang saja. Garuda Indonesia melihat pasar penerbangan Tiongkok masih potensial untuk digarap, salah satu caranya adalah dengan menyediakan layanan penerbangan charter menuju destinasi wisata di Indonesia, yaitu Bali.

Direktur Operasional Garuda Indonesia Novianto Herupratomo mengatakan bahwa perusahaan melayani penerbangan charter dengan total 10 kota di Tiongkok. Layanan penerbangan charter itu dioperasikan dengan pesawat Airbus A330-300 yang kabinnya dikonfigurasi hanya dalam satu kelas ekonomi saja. “Mereka tidak perlu service level tertinggi sehingga semua kursi bisa dibuat kelas ekonomi,” ujar dia.

Menurut Novianto, karakter wisatawan asal Tiongkok sangat berbeda dengan wisatawan asal Indonesia. Wisatawan Tiongkok ketika melakukan perjalanan lebih suka menyerahkan semua hal kepada agen perjalanan, sehingga pasar penerbangan charter dari negara itu masih memiliki peluang yang luas. “Jadi tidak seperti kita, mau pergi, terus melakukan reservasi tiket pesawat sendiri. Mereka tidak seperti itu, mereka lebih suka ke travel agent, sehingga layanan charter masih terbuka, ” kata Novianto.

Novianto menambahkan, untuk menjaring lebih banyak lagi wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia, Kementerian Pariwisata memiliki peran yang besar dalam melakukan promosi. Sedangkan Garuda Indonesia baru akan masuk ke pasar jika memang sudah memiliki potensi besar. “Untuk menjaring para turis tersebut, saya kira butuh upaya dari Kementerian Pariwisata. Sedangkan bagi kami, bila ada pasar dan menguntungkan, ya kami akan masuk,” tuturnya.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply