Garuda Tengah Kaji Ulang Rencana Penambahan Pesawat Baling-baling



Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) M. Arif Wibowo menuturkan rencana penambahan armada (fleet plan), khususnya pada pesawat baling-baling tengah dikaji ulang.

“Jadi Bu Menteri [BUMN] minta bagaimana milestone Garuda ke depan itu benar-benar bisa mencakup seluruh potensi yang ada. Oleh karena itu, kami akan cek lagi seluruh rencana Garuda, terutama dari sisi fleet plan,” ujarnya.

Dikatakan Arif, bulan ini maskapai akan melakukan rapat lanjutan dengan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk membahas pengadaan pesawat tersebut. Selain pesawat baling-baling, Garuda juga akan mengkaji ulang pengadaan pesawat berbadan lebar.

Rencana pengadaan armada Garuda Indonesia itu nantinya akan disinergikan dengan strategi pengembangan bandara ke depannya, baik yang dikelola BUMN seperti PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II maupun Kementerian Perhubungan.

“Dari 237 bandara, hanya 37 bandara yang bisa didarati A320 dan B737. Sementara sisanya kecil-kecil. Oleh karena itu, rencana pengelola bandara dengan rencana maskapai itu akan di-matching-kan oleh bu menteri,” katanya.

Sekadar informasi, jumlah pesawat ATR 72-600 yang dioperasikan Garuda Indonesia saat ini mencapai 15 unit, naik 36% dari tahun lalu sebanyak 11 unit. Selain ATR, Garuda Indonesia juga memiliki pesawat CRJ1000NextGen sebanyak 18 unit.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indo-Aviation.com