Garuda Tak Permasalahkan Pemerataan Trafik di Cengkareng



Berbeda dengan Batik Air yang menolak keputusan Kementerian Perhubungan terkait dengan pemerataan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mengaku tidak mempermasalahkan keputusan tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Benny Siga Butarbutar.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan akan melakukan pemerataan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Pada jam-jam sibuk, Bandara Soekarno-Hatta melayani 72 pergerakan pesawat per jam, namun jumlah itu akan dikurangi menjadi 60 pergerakan pesawat per jam. Sebagai gantinya, penerbangan akan dialihkan ke jam-jam yang lebih luang seperti di malam hari.

Benny mengatakan, jika regulasi baru ini diberlakukan, Garuda Indonesia siap mengoperasikan pesawat dengan kapasitas lebih besar pada malam hari untuk menampung jumlah penumpang. Garuda Indonesia memang memiliki sejumlah pesawat berkapasitas besar seperti Airbus A330-200/300 dan Boeing 777-300ER. “Hanya tinggal mengkondisikan dengan otoritas bandara dan AirNav Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, anak perusahaan Garuda Indonesia yang bergerak di segmen penerbangan berbiaya rendah, Citilink Indonesia, berencana melakukan berbagai penyesuaian karena kini belum banyak mengoperasikan penerbangan di malam hari. Manajemen Citilink Indonesia masih melakukan pembahasan terkait dengan persoalan ini agar jadwal penerbangan di malam hari bisa menyesuaikan waktu check-in hotel para penumpang di kota tujuan.

Foto: Yulianus Liteni/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply