Garuda Masih Pertimbangkan Penerbitan Obligasi Global US$ 500 Juta



Perusahaan penerbangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki negara, Garuda Indonesia, masih berupaya mematangkan rencananya untuk menerbitkan obligasi global (global bond) senilai US$ 500 juta pada kuartal pertama atau kuartal kedua tahun depan. Setidaknya akan ada tiga bank asing yang ditunjuk oleh Garuda Indonesia dalam memuluskan rencananya itu.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra mengatakan bahwa tahun depan kemungkinan sulit menerbitkan sukuk global karena harga minyak dunia yang sedang melemah, sehingga langkah yang paling realistis adalah dengan menerbitkan global bond. Sebelumnya Garuda Indonesia berhasil menerbitkan sukuk global dengan nilai US$ 500 juta. “Dalam waktu dekat, kami akan mulai persentasi ke board of commissioners Garuda. Seiring dengan itu, kami mulai mengajukan izin pinjaman komesial luar negeri (PKLN),” kata dia.

Menurut Ashkara, proses PKLN membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Namun, dia memperkirakan proses PKLN kali ini akan lebih mudah karena hanya melalui tiga institusi, yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Bank Indonesia.

Sementara itu, tiga bank asing yang ditunjuk oleh Garuda Indonesia dalam penerbitan global bond nanti antara lain ANZ, Standard Chartered Bank, dan Deutsche Bank. “Ketika penerbitan sukuk, kami bekerja sama dengan 14 bank yang terdiri atas bank asal Timur Tengah dan internasional. Namun, jika rencananya yang diterbitkan adalah global bond, kami memilih yang internasional saja,” jelas dia.

Foto: Yulianus Liteni/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply