Garuda Klaim Rugi Rp 108 Miliar Akibat Bencana Kabut Asap



Imbas dari bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah seperti di Sumatera dan Kalimantan telah membuat industri penerbangan merugi. Ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan maupun ditunda keberangkatannya karena bencana tersebut.

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia sendiri mengaku mengalami kerugian sebesar US$ 8 juta atau setara dengan Rp 108 miliar (kurs Rp 13.600 per dolar Amerika Serikat) akibat bencana kabut asap. Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo berharap bencana erupsi Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat tidak memperparah derita perusahaan. “Mudah-mudahan musibah Gunung Rinjani dan anaknya tidak mempengaruhi rute internasional dari Denpasar,” ujarnya.

Menurut Arif, selain musibah kabut asap di sejumlah wilayah, sebelumnya Garuda Indonesia juga kehilangan pendapatan sebesar US$ 12 juta akibat erupsi beberapa gunung berapi di Indonesia. Tahun ini beberapa gunung berapi memang meletus, seperti Gunung Raung di Jawa Timur, Gunung Gamalama di Maluku, dan Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

Arif menambahkan, industri penerbangan di Indonesia tahun ini memang cukup menantang. Industri padat modal ini diwarnai oleh turunnya harga avtur akibat melemahnya harga minyak dunia, nilai tukar rupiah yang sempat melemah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang melambat. “Pertumbuhan ekonomi berpengaruh karena di bawah ekspektasi kita dan terjadi turbulensi, ada beberapa kasus seperti kabut asap dan gunung berapi. Dampaknya sangat signifikan,” kata dia.

Foto: Tri Setyo Wijanarko/PhotoV2.com for Indo-Aviation.comĀ 

Be the first to comment

Leave a Reply