Garuda Klaim Masih Bisa Untung Saat Kurs Rp 16.000 Per Dolar AS



Maskapai penerbangan di Indonesia harus berjibaku dalam menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Hal itu terjadi karena pendapatan maskapai penerbangan lokal sebagian besar dalam bentuk rupiah, sedangkan beban biaya sebagian besar dikeluarkan dalam bentuk dolar Amerika Serikat.

Salah satu maskapai penerbangan yang mewaspadai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat adalah Garuda Indonesia. Apalagi perusahaan penerbangan plat merah itu memiliki utang sebesar US$ 1,19 miliar dengan komposisi sebesar 90 persen berupa pinjaman valuta asing.

Meskipun demikian, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra mengatakan bahwa perusahaan masih bisa bertahan bahkan mendapatkan keuntungan ketika kurs menyentuh Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat. “dari stres tes yang kami buat, kami masih bisa positif sampai rata-rata Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat,” ujarnya.

Foto: Leonardo Kosasih/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply