Garuda Khawatir Rupiah Terus Melemah di Semester Kedua



Garuda Indonesia mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang di semester pertama 2015 dengan mendapatkan laba bersih sebesar US$ 29,3 juta. Namun, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengaku khawatir nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah di semester kedua 2015 yang bisa berimbas terhadap kinerja perusahaan. “Yang kami waspadai di semester kedua adalah bagaimana pergerakan nilai tukar rupiah karena penerimaan kami sudah menggunakan nilai rupiah juga instead of dolar,” tutur Arif.

Sejak 1 Juli 2015, Bank Indonesia mewajibkan seluruh transaksi yang berada di wilayah Indonesia menggunakan mata uang rupiah. Hal itu tentu saja mengurangi pendapatan Garuda Indonesia dalam bentuk valuta asing. Selain itu, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga telah menurunkan yield yang didapatkan oleh perusahaan. “Harga rata-rata kami kan turun tetapi kami harus antisipasi bagaimana meningkatkan pendapatan. Ini yang jauh lebih penting,” kata Arif.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, Garuda Indonesia mengaku tidak terlalu berharap kondisi ekonomi akan tumbuh dengan cepat. Garuda Indonesia lebih memilih untuk melakukan restrukturisasi biaya dan melakukan efisiensi. “Tahun ini target efisiensi di luar fuel adalah US$ 198 juta hingga saat ini sudah mencapai 44 persen dari target efisiensi,” katanya.

Foto: Andika Primasiwi/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply