Garuda Ingin Punya Airline Cabins Terbersih di Dunia



Program bersih airline cabins. Foto: Reni Rohmawati.

Peringkat The Cleanest Airline Cabins dari Skytrax yang terus menurun memunculkan tekad Garuda Indonesia untuk kembali berprestasi. Bahkan tekad maskapai bintang lima ini ingin menjadi the best three atau serendah-rendahnya di posisi ketiga pada tahun 2018.

Demikian diungkapkan Direktur Teknik Garuda Indonesia, I Wayan Susena, usai bersih-bersih pesawat terbang di Hanggar 2 GMF AeroAsia, Rabu (19/7/2017) malam. Bersih-bersih pesawat terbang itu dilakukan dalam Program “Aircraft Cleaning Campaign” untuk mendukung peningkatan layanan kepada pengguna jasa melalui orientasi peningkatan budaya “operational excellence” di jajaran karyawan. “Kick off” program ini dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury beserta jajaran direksi, juga direktur anak perusahaan Garuda Indonesia Group dan karyawan.

Menurut Wayan, pada kompetisi Aircraft Cabin Cleanliness tahun 2015, Garuda berada di posisi keenam, tahun 2016 turun menjadi nomor sembilan, dan turun lagi tahun 2017 hanya di posisi 12. Tahun depan, Garuda pun bertekad untuk menjadi maskapai dengan kabin pesawat terbersih di dunia; mininal berada di posisi ketiga.

Dalam melaksanakan kampanye kebersihan pesawat itu, kata Wayan, bukan cuma dilakukan Garuda, tapi melibatkan seluruh anak usahanya. GMF (Garuda Maintenance Facility), Aerofood, Aerotrans, Gapura Angkasa, bahkan Asyst dan Citilink Indonesia, juga turut bergabung dan berkobtribusi aktif.

“Para pemimpin perusahaan dilibatkan untuk memberikan semangat agar tujuan dan target menjadi the best three tercapai,” ucap Wayan.

Pada Rabu sore sampai menjelang Maghrib itu, sekitar 300 tim pembersih membersihkan dua pesawat, yakni Boeing 777-300 ER (PK-GIA) dan Airbus 330-300 (PK-GPS). Para direksi Garuda Indonesia Group dan karyawan membersihkan seluruh area pesawat, seperti frame luar dan gear, kursi dan perangkat di kabin, juga lantai kabin, tempat penyimpanan bagasi (lugage), toilet (lavatory), dan dapur (galley).

Menurut Direktur Utama GMF AeroAsia Iwan Juniarto, GMF menerapkan metode “waterless washing” sehingga diperkirakan dapat menghemat air bersih 2.000 meter kubik untuk sekali pencucian pesawat. “GMF sudah dilengkapi dengan sertifikasi ISO 140001 sebagai tanda kami telah mengaplikasikan Environmental Management System (EMS) untuk mengatasi isu lingkungan di perusahaan dengan baik,” ujarnya.

GMF menerapkan metode “waterless washing” sehingga diperkirakan dapat menghemat air bersih 2.000 meter kubik untuk sekali pencucian pesawat. Foto: Reni Rohmawati.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply