Garuda Indonesia Masih Tunggu Fifth Freedom Agreement dari Pemerintah Jepang



Agar penerbangan menuju Los Angeles, Amerika Serikat bisa segera dilayani, maskapai Garuda Indonesia masih menunggu izin rute atau fifth freedom agreement dari Pemerintah Jepang.

Seperti diungkapkan Direktur Operasi PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Novianto Herupratomo, maskapai masih terus melakukan persiapan teknis untuk penerbangan Jakarta-Tokyo-Los Angeles (pulang pergi/PP) sebanyak tiga kali per pekan.

“Kami sedang menunggu izin rute dari Pemerintah Jepang untuk sektor Jepang-Amerika sedikitnya tambahan satu kali per pekan. Artinya, sudah ada izin rute dua kali per pekan dan perlu minimal satu kali per pekan,” katanya.

Tambahan penerbangan sebanyak satu kali per pekan itu, kata Novianto, bertujuan agar operasional Garuda Indonesia pada rute Jakarta-Tokyo-Los Angeles menjadi layak secara bisnis atau feasible.

Dia memperkirakan lama perjalanan dari Jakarta menuju Los Angeles via Tokyo akan memakan waktu sekitar 21,5 jam dengan rincian Jakarta-Tokyo selama tujuh jam, transit dua jam dan Tokyo-Los Angeles selama 12,5 jam. “Untuk penerbangan ini, kami akan menyiapkan dua armada Boeing B777 300ER,” tuturnya.

Novianto optimistis tingkat keterisian pesawat pada rute tersebut baru akan optimal pada 6 bulan mendatang. Menurutnya, Garuda sudah menyiapkan sejumlah upaya agar dapat bersaing dengan maskapai lainnya.

Sayangnya, dia masih enggan membeberkan rencananya tersebut. Begitu juga dengan target tingkat keterisian kursi Garuda pada rute tersebut. Menurutnya, rencana yang disusun Garuda pada rute tersebut sudah cukup matang.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indo-Aviation.com