Garuda Indonesia Ingin Sinergikan MMF dengan GMF AeroAsia



Perusahaan penerbangan milik negara, Merpati Nusantara Airlines, sudah tidak beroperasi selama hampir dua tahun. Tercatat, Merpati Nusantara Airlines menghentikan operasional penerbangannya sejak Februari 2014. Akan tetapi, Merpati Nusantara Airlines memiliki anak usaha yang masih hidup, antara lain Merpati Maintenance Facility (MMF) dan Merpati Training Center (MTC).

Khusus untuk MMF yang bergerak dalam bidang perawatan dan perbaikan pesawat, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia meliriknya untuk disinergikan dengan bengkel pesawat miliknya, Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia. Garuda Indonesia berencana memanfaatkan fasilitas dan aset yang dimiliki oleh MMF, apalagi Garuda Indonesia memiliki saham sebesar 5 persen di MMF.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan bahwa Merpati Nusantara Airlines memiliki kemampuan MRO (maintenance, repair, and overhaul) pesawat yang bagus melalui MMF sehingga membuka peluang untuk dimanfaatkan oleh Garuda Indonesia. “Merpati punya kemampuan MRO bagus, bisa sinergi. Kita kerja sama dengan aspek operasional,” ungkap Arif.

Arif mengaku rencana ini berdasarkan arahan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang ingin Garuda Indonesia bersinergi dalam memanfaatkan aset dan aktivitas operasional sesama perusahaan BUMN. Meskipun demikian, menurut Arif ini baru sebatas rencana dan belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. “Merpati punya MMF kemudian training facility. Itu bagian penting disinergikan. Memang belum ada pembicaraan detail. Tapi potensi disatukan bisa create value,” tambahnya.

Foto: Merpati Nusantara Airlines

Be the first to comment

Leave a Reply