Garuda Indonesia Cargo Keluhkan Larangan Transhipment Ikan



Larangan transhipment atau bongkar muat ikan di tengah laut yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan ternyata tidak hanya dikeluhkan oleh nelayan saja. Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pun mengaku terkena dampak atas kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tersebut.

Manager Cargo Sales Bali dan Nusa Tenggara Strategic Business Unit (SBU) Garuda Indonesia Cargo Tedjo Budi Prihantoro mengatakan bahwa pada tahun 2015 ini bisnis kargo Garuda Indonesia telah mengalami penurunan sebesar 15 persen dibandingkan dengan tahun lalu. “Jika dibandingkan tahun lalu, pertumbuhannya minus sekitar 14-15 persen. Ini karena kebijakan dari Menteri Kelautan tersebut untuk produk-produk fresh tuna mengalami penurunan yang sangat drastis,” ujarnya.

Menurut dia, sejak Januari hingga Agustus 2015 tangkapan nelayan menurun secara drastis dan itu berdampak pada angkutan kargo Garuda Indonesia karena selama ini mayoritas komoditas kargo Garuda Indonesia berupa ikan tuna segar. “Komoditas utama kami adalah fresh tuna. Secara keseluruhan kami mengalami penurunan sejak itu,” imbuhnya.

Meskipun demikian, kata dia, pada periode September hingga Desember 2015 ekspor ikan tuna segar sudah mulai membaik. “Sekarang ini mulai membaik dan kami harapkan ekspor ikan tuna segar dapat terus meningkat. Ikan-ikan tuna segar tersebut banyak di ekspor ke Jepang,” kata dia sembari menambahkan bahwa selama periode sulit itu para nelayan belajar cara memancing dan merawat ikan tuna tangkapannya dengan baik sehingga jumlah ikan tuna yang bisa diekspor menjadi bertambah.

Foto: Airbus

Be the first to comment

Leave a Reply