Garuda Incar Penerbangan ke Saumlaki, Maluku Tenggara



Garuda Indonesia mengaku mengincar layanan penerbangan menuju Saumlaki di Maluku Tenggara untuk ekspansi penerbangan di Indonesia Timur. Bidikan Garuda Indonesia ini memang cukup potensial karena Saumlaki dekat dengan lokasi rencana pengembangan Blok Migas Masela yang siap beroperasi dalam waktu dekat.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo memprediksi Saumlaki bisa menjadi basis penerbangan yang cukup kuat seperti halnya Balikpapan di Kalimantan Timur yang ditopang oleh sektor pertambangan dan migas. “Itu basis yang besar. Di sana juga bisa jadi basis logistik karena ada Blok Masela. Saya prediksi jadi pusat logistik bagu seperti Balikpapan,” tuturnya.

Menurut Arif, Garuda Indonesia sudah berancang-ancang untuk menghubungkan Saumlaki dengan berbagai destinasi seperti ke Papua, Ambon, Kupang, hingga Darwin di Australia. Dilihat dari hubungan sosial, warga Saumlaki dekat dengan Ambon dan Kupang, sedangkan dari sisi geografis dengan dengan Darwin. “Itu hanya 50 menit dari Darwin,” papar Arif.

Arif menambahkan, Garuda Indonesia saat ini sudah mengoperasikan penerbangan dari dan menuju Saumlaki. Penerbangan itu dioperasikan dengan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 70 kursi kelas ekonomi. Namun menurutnya fasilitas penerbangan di Bandara Saumlaki masih kurang maksimal, seperti minimnya peralatan navigasi di bandara, sehingga memaksa pilot melakukan pendaratan secara visual di Saumlaki. Ketika cuaca buruk atau hari sudah gelap, maka penerbangan dari dan menuju Saumlaki sudah tida bisa dilakukan. “Dengan visual landing, maka di atas jam 5 sore sudah nggak bisa terbang,” tutur Arif.

Bandara Saumlaki saat ini memiliki sebuah landasan pacu dengan panjang 1.600 meter. Landasan ini baru bisa didarati oleh pesawat baling-baling sekelas ATR 72-600 atau yang lebih kecil. Meskipun demikian, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengaku pihaknya memiliki rencana untuk memperpanjang landasan pacu Bandara Saumlaki. “Kita bangun bila dibutuhkan. Apalagi di sana ada Blok Masela,” kata Suprasetyo.

Foto: ATR

Be the first to comment

Leave a Reply