Garuda Fokuskan Pesawat Widebody Konfigurasi Padat untuk Charter



Garuda Indonesia sebelumnya telah memesan 10 pesawat Boeing 777-300ER. Sekarang ini Garuda Indonesia telah menerima sembilan pesawat, sedangkan satu pesawat sisanya baru akan dikirim pada tahun 2016.

Dari total 10 pesawat Boeing 777-300ER itu, enam pesawat pertama menggunakan konfigurasi tiga kelas yang terdiri dari delapan kursi first class, 38 kursi kelas bisnis, dan 268 kursi kelas ekonomi, sementara empat pesawat terakhir menggunakan konfigurasi yang lebih padat (high density) dengan konfigurasi 26 kursi kelas bisnis dan 367 kursi kelas ekonomi.

Pada waktu yang sama, Garuda Indonesia juga telah mengubah konfigurasi kabin enam pesawat Airbus A330-300 miliknya yang semula memiliki kapasitas 257 kursi dalam dua kelas (42 kursi kelas bisnis dan 215 kursi kelas ekonomi) menjadi konfigurasi kabin satu kelas dengan total 360 kursi kelas ekonomi. Enam pesawat Airbus A330-300 yang sudah dikonfigurasi ulang ini telah digunakan untuk melayani penerbangan charter (haji) ke Arab Saudi bersama-sama dengan tiga pesawat Boeing 777-300ER berkonfigurasi dua kelas kabin yang sudah dikirimkan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan kepada CAPA bahwa perusahaan akan meningkatkan operasional penerbangan charter menuju Arab Saudi di tahun 2016. Menurut Arif, setidaknya akan ada 15 pesawat yang akan digunakan untuk melayani penerbangan charter umroh dan haji menuju Jeddah dan Madinah dari beberapa kota di Indonesia pada tahun depan. Sebagai perbandingan, di tahun 2015 ini Garuda Indonesia mengoperasikan 11 pesawat untuk penerbangan charter haji dan umroh menuju Tanah Suci.

Selain menggarap pasar penerbangan charter ke Arab Saudi, Garuda Indonesia juga akan melakukan ekspansi penerbangan charter dari Denpasar, Bali, menuju sejumlah kota di China. Penerbangan charter dari dan menuju China ini sudah diperkenalkan oleh Garuda Indonesia sejak tahun 2014. Beberapa penerbangan charter dari dan menuju China dioperasikan pada periode yang cukup pendek, di antara musim haji dan umroh.

Imbas dari fokusnya Garuda Indonesia melayani penerbangan charter ke Arab Saudi dan China, perusahaan penerbangan itu hanya menyisakan 20 pesawat widebody untuk melayani penerbangan reguler di tahun 2015. Bahkan Garuda Indonesia berencana mengembalikan empat pesawat Airbus A330 lebih awal kepada lessor untuk mengurangi penerbangan pesawat widebody secara reguler.

Foto: Yulianus Liteni/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply