Garuda Fasilitasi 700 Peserta Program Kesehatan di Tanjung Pinang



Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia melaksanakan rangkaian kegiatan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) dibidang kesehatan melalui program “Garuda Indonesia Peduli Kanker Serviks dan HIV AIDS” berupa pelatihan deteksi dini dan tatalaksana penyakit kanker serviks dan HIV AIDS di Tanjungpinang, Kepulauan Riau dari tanggal 7-9 November 2016.

Sebanyak 700 peserta yang terdiri dari dokter umum, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat mendapatkan fasilitas program pelatihan deteksi dini dan penanganan kanker serviks dan HIV AIDS oleh tenaga ahli dari Yayasan Kanker Indonesia yang didatangkan langsung dari Jakarta.

Pelaksanaan program pelatihan deteksi dini dan tatalaksana penyakit kanker serviks dan HIV AIDS tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Garuda Indonesia dibidang kesehatan yang sekaligus mendukung program pemerintah terkait edukasi dan deteksi dini penyakit kanker serviks dan HIV AIDS yang telah dilaksanakan Garuda Indonesia sejak tahun 2013.

Direktur Umum dan SDM Garuda Indonesia Sari Suharso mengungkapkan kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian Garuda Indonesia terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat lokal, khususnya di Tanjungpinang.  Kepedulian tersebut diwujudkan lewat aksi nyata berupa pelatihan dan edukasi deteksi dini kanker serviks dengan metode PAP Smear dan IVA bagi Dokter Umum, Bidan maupun masyarakat setempat terkait tatalaksana penyakit HIV AIDS.

“Melalui kegiatan ini, Garuda berharap semakin besar harapan pasien untuk bisa tertangani dengan baik karena telah terdeteksi secara dini sehingga dapat berdampak pada peningkatan kualitas hidup pasien kanker serviks maupun HIV AIDS. Seiring dengan tingkat prevalensi kanker serviks dan HIV AIDS yang terus meningkat dari tahun ke tahun di Kepulauan Riau, khususnya Tanjung Pinang, dibutuhkan perhatian seluruh stakeholder terkait untuk terus bersinergi dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pemahaman mengenai deteksi dini dan tatalaksana kanker serviks dan HIV AIDS tersebut”, papar Sari

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof. Aru Wisaksono menyambut baik komitmen dan upaya Garuda Indonesia dalam mendukung peningkatan edukasi masyarakat terkait penyakit kanker serviks dan HIV AIDS. “Jumlah penderita penyakit kanker serviks dan HIV AIDS terus menunjukan angka yang mengkhawatirkan, untuk itu dukungan seluruh pihak terkait sangat memiliki dampak yang signifikan terkait upaya penekanan jumlah penderita penyakit kanker serviks dan HIV AIDS di Tanjungpinang”, ungkap Prof Aru.

“Edukasi dan deteksi dini kanker serviks dan HIV AIDS ini kami harapkan dapat menekan jumlah penderita sehingga dapat menurunkan angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit kanker maupun HIV Aids. Saat ini kasus kematian akibat kanker mulut rahim di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Oleh karenanya masyarakat diharapkan dapat semakin meningkatkan wawasan terkait upaya deteksi dan tatalaksana penyakit tersebut,” katanya.

Program “Garuda Indonesia Peduli Kanker Serviks dan HIV AIDS” di Tanjungpinang mendapat dukungan penuh dari Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Tanjungpinang, beserta aparatur pemerintahan provinsi Kepulauan Riau.

Melalui program “Garuda Indonesia Peduli Kanker Serviks dan HIV AIDS”, Garuda Indonesia bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) sejak tahun 2013 secara berkesinambungan terus melaksanakan edukasi terkait upaya deteksi dini dan tatalaksana penyaki kanker serviks dan HIV AIDS. Adapun program edukasi tersebut telah dilaksanakan di 4 provinsi di Indonesia yaitu,   Jayapura, Ambon, Manado, dan DKI Jakarta pada Oktober – November 2013. Penyuluhan kanker serviks tersebut telah diberikan kepada masyarakat umum sebanyak 2.715 orang.

Foto: Garuda Indonesia