Garuda Butuh Stabilitas




Assalamualaikum semua …

Garuda Indonesia ganti direktur utama lagi. Entah kenapa. “Karena saya tidak familiar dengan rencana-rencana Kementerian BUMN. Yang jelas, setiap organisasi perlu ‘stability’, sementara sejak awal tahun 2015 sampai hari jni Garuda sudah ada tiga CEO dan empat direktur niaga,” kata seorang teman, yang sebelumnya bekerja di Garuda Indonesia.

Teman saya tahu, stabilitas suatu organisasi sangat penting dan pengokoh stabilisasi organisasi itu adalah seorang direktur utama, termasuk para direksinya. Sayangnya, di maskapai penerbangan bintang lima ini tampaknya tidak ada “stability” itu.

Barangkali pada disruptive era ini –kalau kata CEO General Electric (GE) Indonesia Handry Satriago, disruptive era itu sudah ada sebelumnya, tapi sekarang kian terasa– pergantian pimpinan dalam waktu yang singkat itu bukan hal yang luar biasa. Namun kajian yang tepat pada semua aspeknya tetap tak bisa diabaikan.

Sayangnya pula, apa yang sudah dilakukan direksi sebelumnya seringkali terabaikan atau diabaikan direksi baru. Langkah-langkah yang sudah dikerjakan dengan pemikiran, tenaga, waktu, juga dana, seringkali pula tak berbekas. Hilang, bahkan merugikan berbagai pihak.

Harapannya tentu Garuda bisa semakin baik, lebih baik, dan menjadi yang terbaik. Sebagai masyarakat Indonesia, saya bangga punya Garuda, walaupun terkadang sedih kalau melihat kinerjanya tidak selayak suatu flag carrier yang punya nama besar di kancah penerbangan dunia.

Komisaris Utama Garuda Indonesia yang baru, Agus Santoso memberi gambaran apa yang akan disarankannya untuk pengembangan Garuda. “Penekanannya adalah untuk ekspansi penerbangan rute-rute internasional. Di regional dulu karena di sini pasarnya sangat potensial,” kata mantan Dirjen Perhubungan Udara ini ketika bertemu di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Agus menjelaskan kalau rute Jakarta-Amsterdam sudah bagus. Sementara itu, sasaran yang dinilainya lebih menjanjikan daripada destinasi London adalah Paris. Untuk destinasi baru di Asia Pasifik akan dikaji dulu, rute mana yang prioritas untuk segera diterbangi.

Untuk rute-rute domestik, kata Agus, pasarnya sangat bagus. “Garuda hampir selalu penuh.” Namun ia ingin memetakan rute-rute domestik itu agar tidak saling mematikan antar-airline nasional. Jadi, tak akan ada lagi maskapai penerbangan berjadwal yang mati.




Be the first to comment

Leave a Reply