Gantikan Freeport, Pertamina Pasok Kebutuhan Avtur di Timika



PT Pertamina akhirnya menjadi pemasok avtur di Bandara Mozes Kilangin Timika terhitung mulai 4 Desember 2015 untuk menunjang kelancaran transportasi udara di wilayah tersebut. Sebelumnya avtur di Bandara Mozes Kilangin Timika disediakan oleh PT Freeport Indonesia dalam jumlah yang sangat terbatas sehingga maskapai penerbangan kesulitan melakukan ekspansi.

General Manager Marketing Operation PT Pertamina Regional VIII Eldi Hendry mengatakan bahwa pada 4 Desember 2015 Pertamina sudah mulai mengisi avtur untuk pesawat-pesawat yang singgah di Bandara Mozes Kilangin Timika, di antaranya pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

Menurut Eldi, Pemerintah Kabupaten Mimika sebenarnya sudah sejak lama meminta Pertamina membuka Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Bandara Mozes Kilangin Timika lantaran kebutuhan avtur di bandara itu terus mengalami peningkatan. “Kehadiran kami di Timika untuk menjawab permintaan pemerintah daerah, di mana hal ini sudah direncanakan sejak lama,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk memperlancar pasokan avtur di Bandara Mozes Kilangin Timika, Pertamina telah membangun dua tangki avtur berkapasitas 1.000 kiloliter di Pelabuhan Paumako dan dan menempatkan tiga truk tangki di Bandara Mozes Kilangin Timika yang masing-masing berkapasitas 16.000 liter.

Sementara itu, Kepala Dinasi Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Mimika John Rettob mengatakan bahwa dibukanya DPPU oleh Pertamina di Bandara Mozes Kilangin Timika diharapkan bisa mendorong kemajuan ekonomi daerah karena pasokan avtur yang lebih banyak bisa membuka peluang lebih banyak lagi maskapai penerbangan yang terbang ke Timika. Dia menuturkan, Pertamina akan melakukan pengisian bahan bakar pesawat secara penuh di Timika mulai Januari 2016. “Pemerintah daerah menyambut baik hal ini karena sudah sangat lama masyarakat Mimika menantikan kehadiran Pertamina untuk melayani pengisian bahan bakar pesawat di Bandara Timika,” katanya.

Dengan beroperasinya Pertamina di Timika, secara otomatis Freeport Indonesia akan mengurangi pasokan avtur di Bandara Mozes Kilangin Timika. Nantinya Freeport Indonesia hanya akan memasok kebutuhan avtur bagi pesawat dan helikopter milik maskapai penerbangan Airfast Indonesia. Perusahaan penerbangan ini memang dimiliki oleh Freeport Indonesia. Selama ini Freeport mendatangkan avtur sebesar 1.500 kiloliter per bulan dengan asumsi pemakaian per hari hanya 50.000 liter.

Foto: Adi Kurnia

1 Comment

  1. Bila memang keberadaan Pt.Pertamina mmberikan kemajuan untuk pendapatan daerah, Apa lagi kehadira Dppu baru di timika di bilang mash baru,harusnya Armada suplai untuk pengisian nya bkn mobil Lama sprti itu, kami prhatikan sellau ada kndla kerusakn pada armada di prtamina, yg ckup mnghambat dlm operasi pengisian bbm pesawat. Trmksi

Leave a Reply