Frekuensi Penerbangan Garuda dan Citilink Mengalami Peningkatan



Frekuensi penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink (domestik dan internasional) pada periode Januari – September tahun 2016 ini juga mengalami peningkatan mencapai 204.182 penerbangan, meningkat 9,7 persen dibanding tahun lalu yang sebanyak 186.052 penerbangan. Kapasitas produksi (availability seat kilometer/ASK) juga meningkat sebesar 13,3 persen menjadi 43,91 miliar dari 38,75 miliar seat kilometer pada periode yang sama di 2015.

Di tengah beberapa tantangan situasi operasional seperti perpindahan operasional penerbangan domestik ke Terminal 3 Soekarno-Hatta, dan faktor keadaan cuaca yang bersifat force majeur, tingkat ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance – OTP) Garuda Indonesia mengalami peningkatan menjadi 90,1 persen selama periode Januari – September 2016 ini, dibanding tahun lalu yang sebesar 88,2 persen. Tingkat isian penumpang (Seat Load Factor – SLF) pada periode ini tercatat mencapai 73,4 persen, dengan utilisasi pesawat sebesar 09:12 jam.

Sejalan dengan program pengembangan jaringan yang berkelanjutan, pada Q3/2016 ini Garuda Indonesia membuka destinasi baru di wilayah timur Indonesia yaitu Nabire, yang dilayani dengan penerbangan dari Biak, dan rute penerbangan ke Maumere yang dilayani dengan penerbangan dari Denpasar. Pembukaan rute baru ini merupakan upaya dalam meningkatkan konektivitas antar kota di Indonesia sekaligus memperkuat jaringan penerbangan di pasar domestik.

Terkait situasi industri penerbangan di kawasan Asia-Pasifik yang tengah mengalami persaingan yang ketat dan memengaruhi penerbangan domestik maupun internasional, posisi  Garuda Indonesia pada periode saat ini mencatatkan market share sebesar 41,2 persen untuk pasar domestik, sementara market share untuk pasar internasional mencapai 26,7 persen.

“Masih ada waktu untuk memaksimalkan potensi yang ada di peak season akhir tahun ini. Kami optimis pertumbuhan positif bisa terus kami raih di tahun-tahun mendatang, termasuk rencana pengembangan jaringan internasional dalam waktu dekat ini” kata Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo.

Hingga saat ini, Garuda Indonesia Group mengoperasikan sebanyak 194 pesawat terdiri dari sepuluh pesawat Boeing 777-300ER, 25 pesawat Airbus A330-200/300, dua pesawat Boeing 747-400, 76 pesawat Boeing 737-800NG, 18 pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen, dan 15 pesawat ATR72-600 (total 146 pesawat Garuda Indonesia), dan 40 pesawat Airbus A320 dan 8 pesawat Boeing 737-300/500 (total 48 pesawat Citilink), dengan rata-rata usia pesawat sebesar 4,6 tahun.

Mengenai kinerja services, Manajemen menerapkan program “Excellent Services” yang mengharuskan pengembangan layanan secara berkelanjutan. Hal itu terbukti membuahkan prestasi yang luar biasa, yaitu  awak kabin Garuda Indonesia berhasil meraih penghargaan “The World’s Best Cabin Staff” dari Skytrax (lembaga pemeringkat penerbangan independen di London) tiga kali berturut-turut (hat-trick) sejak tahun 2014 hingga 2016.

Selain World’s Best Cabin Staff,  Garuda Indonesia kembali mempertahankan reputasinya sebagai maskapai dengan layanan bintang lima, di antaranya;  Top 5 World’s Best Airlines in Asia,  Top 10 World’s Best First Class Airlines,  Top 10 World’s Best Economy Class Airlines, dan The Most Loved Airline.

“Selain Skytrax, Garuda Indonesia juga meraih penghargaan “Outstanding Food Service by a Carrier” oleh Pax International Magazine, Top 10 World’s Most Favorite Airlines versi TripAdvisor, Best Cabin Services oleh Smart Travel Asia, dan Best First Class Sparkling Wine-Champagne versi Business Traveller,” kata Arif.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indo-Aviation.com