Fernandes Yakin Izin Indonesia AirAsia Tidak Dibekukan Kemenhub



Indonesia AirAsia menjadi salah satu dari 13 maskapai penerbangan yang memiliki ekuitas negatif. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memberikan perintah kepada 13 maskapai penerbangan itu untuk memberikan suntikan modal tambahan agar ekuitas menjadi positif. Jika tidak memenuhi hal itu sampai batas waktu yang sudah ditentukan, Kementerian Perhubungan mengancam akan mencabut izin maskapai penerbangan.

13 maskapai penerbangan yang memiliki ekuitas negatif itu antara lain Indonesia AirAsia, Air Pasifik Utama, Asialink Cargo Airlines, Batik Air, Cardig Air, Eastindo Services, Ersa Eastern Aviation, Johnlin Air Transport, Manunggal Air Services, Nusantara Buana Air, Survai Udara Panas, Transwisata Prima Aviation, dan Tri-MG Intra Airline. Saat ini Batik Air yang merupakan anak perusahaan Lion Group yang sudah mendapatkan suntikan modal, sehingga ekuitasnya menjadi positif.

Menanggapi kondisi Indonesia AirAsia izinnya terancam dibekukan, Chief Executive Officer AirAsia Group Tony Fernandes masih optimis Kementerian Perhubungan tidak akan mencabut izin Indonesia AirAsia. “Kami tidak akan dibekukan,” ujar Tony Fernandes dalam acara 300 Millions Guest AirAsia di Ritz Charlton Pacific Place, Jakarta, Senin (10/8/2015).

Menurutnya, AirAsia Group sudah mempersiapkan berbagai cara yang bisa digunakan untuk menyelamatkan Indonesia AirAsia dari ancaman pembekuan izin operasi. Bahkan dia mengaku siap bernyanyi di hadapan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. “Let it go, let it go. I sing that to Pak Jonan,” ucap dia sambil tersenyum.

Foto: Airbus

Be the first to comment

Leave a Reply