Februari, Tiger Air Australia Akan Terbang Reguler ke Bali



Maskapai berbiaya murah (LCC) asal Australia, Tiger Air akan terbang permanen ke Pulau Dewata Bali, pada Februari 2017 mendatang. Kali ini statusnya penerbangan reguler atau terjadwal, bukan sebagai penerbangan charter seperti sebelumnya yang menuai banyak masalah, sehingga menelantarkan ribuan wisatawan.

Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Agoes Soebagio mengatakan, proposal pengurusan izin oleh Tiger Air telah diproses, yang bukan lagi sebagai charter tapi penerbangan terjadwal.

Government Approval telah dilakukan, namun ada persyaratan teknis lain yang harus diselesaikan sebelum melayani penerbangan terjadwal. “Walaupun AOC 129 telah diterbitkan, tapi kan Tiger Air masih harus mengurus slot time dan sebagainya. Artinya, dia akan terbang terjadwal,” kata Agoes.

Maskapai asal negeri kanguru itu, telah mengajukann perizinan baru dan telah diapproval oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dengan diterbitkannya Air Operator Certificate (AOC)-129.

Artinya, sesuai UU No 1/2009 tentang penerbangan telah memenuhi syarat, termasuk juga dengan KM 25 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara. AOC sendiri baru bisa diterbitkan bila airlines bersangkutan memenuhi dua persyaratan utama.

Yaitu, memiliki izin angkutan udara dan lulus dalam sertifikasi teknis. Temasuk di dalamnya, soal Civil Aviation Safety Regulation (CASR) Kelengkapan syarat-syarat teknis, kata Agoes sangat penting bagi seluruh airlines yang akan terbang di satu bandara. “Bisa juga Februari atau kalau seluruh persyaratan telah dipenuhi,” jelasnya.

Pihak Tiger Air sendiri menyebutkan telah menyelesaikan negosiasinya dengan pemerintah Indonesia. Maskapai ini akan menggunakan izin penerbangan terjadwal untuk kembali terbangi Bali, mulai 3 Februari 2017 menggunakan Airbus A320.

Foto: Wikipedia