Emirates Akan Kurangi Jumlah Penerbangan ke Amerika



Seiring penurunan jumlah penumpang yang disebabkan peningkatan langkah-langkah keamanan AS dan larangan pemerintahan Trump bagi warga dari negara-negara mayoritas Muslim masuk ke Amerika, maskapai penerbangan yang terbesar di Timur Tengah, Emirates mengurangi jumlah penerbangannya ke Amerika.

Keputusan maskapai milik pemerintah Dubai itu merupakan pertanda terkuat bahwa langkah lebih keras yang dikenakan terhadap warga dari Timur Tengah yang bepergian ke AS telah merugikan maskapai-maskapai penerbangan Teluk yang tumbuh cepat di Amerika dalam beberapa tahun terakhir ini.

Emirates mengatakan, pengurangan penerbangan akan mempengaruhi lima dari 12 kota tujuan di AS, mulai bulan depan. Langkah ini disebut sebagai “keputusan komersial dalam menanggapi turunnya permintaan perjalanan ”dalam tiga bulan sejak Trump berkuasa.

Perlu diketahui, Dubai adalah salah satu dari 10 kota di negara mayoritas Muslim yang terkena larangan membawa laptop dan barang elektronik pribadi lainnya ke dalam kabin pesawat untuk penerbangan langsung AS.

Pusat maskapai ‘Emirates’ di bandar udara Internasional Dubai, yang ketiga tersibuk di dunia, adalah titik transit utama bagi wisatawan yang terkena dampak peraturan Presiden Donald Trump yang menghentikan masuknya warga dari enam negara Islam. Larangan perjalanan itu menangguhkan visa baru bagi warga dari Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman, dan menghentikan Program pengungsi.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indoaviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply