Ekonomi Tak Menentu, Garuda Revisi Rencana Bisnis



Melihat kondisi ekonomi makro Indonesia maupun global yang sedang bergejolak, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia berencana merevisi rencana bisnisnya hingga 10 tahun ke depan. Salah satu hal yang masuk ke dalam revisi rencana bisnis itu adalah mengenai pengadaan armada pesawat di masa yang akan datang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan bahwa revisi rencana bisnis kemungkinan selesai pada Oktober mendatang. Kami sedang melakukan revisi rencana bisnis pengadaan pesawat untuk periode 10 tahun ke depan. Revisi diharapkan selesai bulan depan dan selanjutnya diserahkan kepada pemegang saham,” kata dia.

Menurut Arif, revisi rencana bisnis perlu dilakukan agar perusahaan tetap bisa menjaga pertumbuhan meskipun kondisi ekonomi makro sedang bergejolak. Revisi itu terkait dengan asumsi bisnis penerbangan seperti harga avtur, kondisi makro domestik, kondisi makro global, dan pasar yang akan dituju. “Jika poin-poin tersebut diperbaiki, maka kita akan ketemu beberapa pertumbuhan yang paling baik untuk Garuda ke depan. Strateginya kita melakukan kalkulasi biaya operasional, karena pos ini merupakan 80 persen di industri penerbangan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil revisi itu, Garuda Indonesia bisa menetapkan berapa jumlah pengadaan pesawat yang diperlukan hingga 10 tahun mendatang. Saat ini Garuda Indonesia berencana mendatangkan 60 pesawat baru yang terdiri dari 30 Boeing 737 MAX 8 dan 30 Boeing 787-9 Dreamliner. “Kalau yang jenis Dreamliner dan MAX 8 masih dalam proses karena kita masih belum selesai fleet plan yang akan disetujui oleh pemegang saham,” imbuhnya.

Foto: Tri Setyo Wijanarko/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com 

Be the first to comment

Leave a Reply