Drone Pakai Software Khusus Terbang Berjam-jam



Sebuah drone berupa pesawat terbang layang (sailplane) bisa terbang berjam-jam jika dilengkapi dengan sebuah software khusus bernama ALOFT (Autonomous Locator of Thermals) karya Dr. Dan Edwards dan rekan-rekannya di Laboratorium Penelitian Angkatan Laut Amerika Serikat.

Tim Dan Edwards meneliti hal baru itu melalui lebih dari 20 kali penerbangan drone di Lapangan Terbang Militer Phillips, Maryland, Oktober lalu. Hasilnya, seluruh penerbangan itu membukukan waktu total lebih dari 30 jam terbang. Hal itu sebagai bukti bahwa sebuah alogaritma khusus yang ditatanamkan pada sebuah software dapat memandu pesawat terus terbang dan mencari termal (udara panas) agar dapat terus mengudara.

Sistem ALOFT yang dikerjakan Edwards belum sempurna. Tantangan terbesarnya adalah membuat sebuah sistem otonomus yang dapat dipergunakan oleh pilot pesawat layang. “Kami menghabiskan waktu berjam-jam mengamati sistem auto-soaring bekerja. Namun hasilnya masih kurang sesuai harapan, sehingga kami harus mengaturnya lagi melalui kopmputer,” kata Edwards.

ALOFT sendiri bekerja berdasarkan data kecepatan pesawat, ketinggian, termasuk juga GPS dan sistem navigasi. ALOFT juga mengemudikan pesawat dan membawanya terbang melingkat mengikuti arus udara vertikal.

Diterapkan pada drone

Terbang selama lima jam tanpa henti, tanpa bantuan mesin, dan hanya mengandalkan udara panas kemungkinan saja dapat terealisasi. Sebuah studi tentang burung menyebut, seekor burung dapat terbang berbulan-bulan hanya dengan mengandalkan sayapnya dan membaca keberadaan udara panas. Jika drone ingin mengikuti jejak burung itu, maka harus memiliki kemampuan lebih baik dalam membaca lokasi udara panas.

Sistem dasar yang sekarang dikembangkan baru pada tahap terbang menuju area udara panas. Udara panas ini biasanya terbentuk pada daerah yang sama secara berulang. Biasanya di awas kawasan beraspal, bebatuan yang terpapar panas matahari. Nah, selama dalam penelitian itu, para peneliti melengkapi ALOFT dengan sebuah memori tentang lokasi-lokasi udara panas yang pernah dilaluinya. Pada awal penelitian, pesawat berusaha mencari sendiri udara panas di sekitarnya. Setelahnya, pesawat yang telah memiliki ingatan itu akan terbang menuju titik-titik panas yang telah direkamnya dan tentu saja terbang lebih tinggi melanjutkan tugasnya.