Categories
Domestic

Membentuk Insan Dirgantara Lewat Aero Leadership Camp 2018

Organisasi perkumpulan mahasiswa penerbangan se-Indonesia (PN Indo) tahun ini kembali menggelar Aero Leader Camp. Melalui acara ini, diharapkan dapat membentuk insan-insan baru di bidang kedirgantaraan.

Aero Leadership Camp 2018 diselenggarakan selama dua hari, 26-28 Oktober, dengan mengusung tema ‘Membentuk Insan Dirgantara yang Siap Mewujudkan Mimpi Bangsa’. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug menjadi medan perhelatannya.

Acara ini diikuti oleh lebih dari 180 mahasiswa penerbangan yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Serangkaian kegiatan acara tersebut antara lain seminar, FGD, outbound, pembangunan karakter, kunjungan industri dan malam Sumpah Pemuda sebagai acara puncaknya.

Beberapa praktisi dan pakar kedirgantaraan nasional juga turut mendukung palaksanaan Aero Leadership Camp 2018, di antaranya adalah Marsekal (Pur) Chappy Hakim (Dewan Kehormatan PN Indo), Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI Novyan Samyoga serta beberapa perwakilan dari industri penerbangan.

Sederet nama praktisi kedirgantaraan lainnya yang berkesempatan berbagi wawasan kepada para peserta acara adalah Bram Djermani dan Anata Wijaya (Indonesia Aeronautical Engineering Center).

PN Indo saat ini memiliki tiga kepengurusan regional, yakni di Jakarta, Bandung dan Jogja. PN Indo juga tengah melebarkan sayapnya ke instansi perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Perkumpulan Mahasiswa penerbangan ini juga menargetkan untuk dapat bersinergi dengan perkumpulan mahasiswa penerbangan luar negeri agar dapat berdiri sama tegak di pentas panggung global.

Categories
Domestic

Diresmikan, Bandara APT Pranoto Segera Dikelola Angkasa Pura I

Diresmikan, Kamis 25 Oktober 2018, Bandara APT Pranoto Samarinda langsung dialihkelola. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dan PT Angkasa Pura I (Persero) tentang rencana kerja sama pengoperasian bandara ini. Bandara yang berada di kota tepian Sungai Mahakam ini segera dikelola PT Angkasa Pura I.

“Dengan kapasitas runway yang cukup 2.250 meter kami pikir bandara ini bisa berfungsi lebih maksimal oleh karenanya kita akan menugaskan PT Angkasa Pura I untuk selaku pengelola nanti diikuti dengan kerjasama pengelolaan,” kata Menhub Budi Karya Sumadi yang turut menyaksikan acara penandatanganan kesepakatan tersebut. Dengan dikelola oleh PT Angkasa Pura I, Menhub menyebut Bandara APT Pranoto dapat dikelola lebih profesional dan tanpa menggunakan APBN.

Selain memberikan kesempatan kepada  PT Angkasa Pura I untuk mengelola, Menhub mengatakan bahwa akan memberi peluang juga terhadap pemerintah daerah melalui BUMD untuk turut mengelola Bandara APT Pranoto. Lebih lanjut Menhub berharap, dengan pengoperasian Bandara APT Pranoto ini akan membuka aksesibilitas khususnya masyarakat Samarinda.

“Kita tahu bahwa transportasi udara mempunyai karakteristik yang cepat dan mudah dan bagi Samarinda kita tahu persis bahwa ini memberikan suatu aksesibilitas yang baik sekali. Karena penumpang dari Samarinda tidak harus ke Balikpapan dulu, tapi nanti bisa langsung ke Jakarta dan Surabaya,” ungkap Menhub.

Saat ini Bandara APT Pranoto masih dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) di bawah Kementerian Perhubungan dengan status lahan telah dihibahkan sepenuhnya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ke Kementerian Perhubungan. Dengan dioperasikan  PT Angkasa Pura I, Bandara APT Pranoto tentunya akan lebih dikembangkan.

“Mengenai pembangunan bandara yang sudah selesai ini, seperti dijelaskan Dirjen kurang lebih sekitar 1.8 triliun. Dimana APBD memang lebih banyak porsinya di sini. APBN kurang lebih sekitar 200 milyar. Tapi berikutnya, bandara ini membutuhkan pengembangan, misalnya memperpanjang runway, memperbesar terminal, dan sebagainya. Kita harapkan sumber dananya dari kerja sama pengelolaan tadi,” jelas Menhub.

Pada sisi udara, Bandara APT Pranoto memiliki dimensi ukuran runway 2.250 x 45 meter, apron 30 x 123 meter, dan taxiway dengan dimensi 173 x 23 meter. Dengan begitu, saat ini Bandara APT Pranoto dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737-900ER. Pada sisi darat bandara APT Pranoto memiliki terminal penumpang seluas 12.700 meter persegi yang mampu menampung 1,5 juta penumpang per tahun.

Categories
Domestic

Hingga Triwulan III 2018 Trafik Penumpang AP I Tumbuh 9%

Jumlah trafik penumpang di 13 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero)/ AP I terus mengalami peningkatan seiring dengan pengembangan yang terus dilakukan oleh perusahaan.

Sejak awal 2018 hingga triwulan III, trafik penumpang di 13 bandara AP I mencapai 73,02 juta orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 9% karena periode yang sama tahun 2017 jumlahnya hanya 66,9 juta orang.

“Angkasa Pura I terus melakukan pengembangan bandara untuk memicu dan mengantisipasi potensi pertumbuhan penumpang tiap tahunnya. Pengembangan dilakukan juga untuk menjaga standar layanan kepada pengguna jasa bandara,” tutur Direktur Utama AP I Faik Fahmi, Jum’at (26/10/2018).

Trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Jumlah penumpang di bandara ini sebanyak 17,7 juta orang atau berkontribusi sekitar 24,2% dari total trafik penumpang di bandara AP I selama periode tersebut. Jumlah ini tumbuh 7,86% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 16,4 juta orang.

Trafik tertinggi kedua terjadi di Bandara Juanda Surabaya dengan total trafik sebesar 15,9 juta orang atau sekitar 21,7% dari total trafik bandara Angkasa Pura I. Jumlah ini tumbuh 7,12% dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 14,8 juta orang.

Sedangkan trafik tertinggi ketiga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan total trafik 10,1 juta orang atau 13,8% dari total trafik. Jumlah ini tumbuh 12,63% dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 9 juta orang.

Pertumbuhan trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara Ahmad Yani Semarang dengan pertumbuhan sebesar 20,86%. Pertumbuhan tertinggi kedua terjadi di Bandara Frans Kaisisepo Biak, yakni sebesar 19,27%. Bandara Pattimura Ambon mengalami pertumbuhan penumpang tertinggi ketiga dengan pertumbuhan 17,52%.

Menurut Faik, salah satu faktor utama yang membuat pertumbuhan trafik penumpang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai yang tertinggi karena telah dioperasikannya Terminal Baru pada Juni lalu. Terjadi peningkatan luasan dan kapasitas penumpang yang dapat menampung penumpang mencapai 6,9 juta orang per tahun.

“Peningkatan kapasitas bandara merupakan faktor utama untuk mendorong peningkatan trafik penumpang. Oleh karena itu, Angkasa Pura I terus menggenjot pengembangan bandara-bandara kelolaan,” ujar Faik Fahmi.

Untuk mengantisipasi dan mendorong potensi pertumbuhan trafik, Angkasa Pura I menargetkan dua proyek pengembangan bandara dapat mulai dioperasikan (minimum operation) pada 2019 mendatang.

Kedua proyek pengembangan bandara tersebut yaitu Bandara Internasional Baru Yogyakarta (NYIA) yang ditargetkan dapat dioperasikan pada April 2019 dan Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada Oktober 2019.

Categories
Domestic

Wings Air Tambah Frekuensi Terbang dari Kupang ke Atambua

Bersamaan dengan dibukanya rute Kota Bengkulu – Mukomuko (Kamis, 25/10/2018), Wings Air menambah jadwal frekuensi terbang rute penerbangan Kupang-Atambua.

Kedua kota tersebut merupakan destinasi eksotis di Pulau Timor yang semakin ramai dikunjungi. Kupang berada di bagian paling barat pulau tersebut, sedangkan Atambua berlokasi di bagian tengah pulau itu.

Penambahan jadwal terbang satu kali setiap hari yang dilayani pergi pulang (PP) secara regular. Dari Kupang melalui Bandar Udara Internasional El Tari (KOE) menuju Bandar Udara A. A. Bere Tallo (ABU) yang berada di Kelurahan Manumutin, Kota Atambua, NTT.

Rute Kupang-Atambua sekarang menjadi tiga kali penerbangan dalam sehari.

Sampai saat ini, Wings Air telah terbang ke 117 destinasi di dalam dan luar negeri. Jaringan regional Wings Air melayani penerbangan hingga ke Kuching, Malaysia.

Frekuensi terbang Wings Air mencapai lebih dari 350 penerbangan per hari yang didukung 61 armada ATR 72-500/600.

Categories
Domestic

Wings Air Buka Rute Baru Kota Bengkulu-Mokumoku

Wings Air telah resmi membuka rute baru intra Bengkulu. Rute tersebut menghubungkan Kota Bengkulu dengan Mukomuko, yang merupakan kabupaten terjauh di propinsi ini. Penerbangan dilayani melalui Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu menuju Bandar Udara Mukomuko.

Peresmian penerbangan perdana dilakukan Kepala Dinas Perhubungan Propinsi Bengkulu, Budi Jatmiko; Bupati Mukomuko, Choirul Huda; serta beberapa pihak terkait. Momen ini menjadikan Wings Air sebagai satu-satunya maskapai yang menerbangi rute itu secara regular.

Jaringan penerbangan terbaru ini dilayani dengan frekuensi terbang satu kali setiap hari (PP). Penerbangan ini dilayani dengan armada pesawat ATR 72-500 dan ATR 72-600. Inaugural flight mencatatkan tingkat isian penumpang sebesar 65%. Ke depan, akan ditargetkan mengalami peningkatan lebih dari 80%.

Jika rute ini berada pada level positif, tidak tutup kemungkinan Wings Air akan menambah frekuensi atau membuka jaringan penerbangan lain yang terhubung dengan destinasi ini.

“Perluasan jaringan tersebut menjadi bukti nyata dari langkah strategis Wings Air dalam menyediakan kemudahan akses melalui transportasi udara salah satunya yaitu menghubungkan wilayah setingkat kabupaten dengan kota yang tetap mengedepankan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan,” kata Operations Director of Wings Air, Capt. Redi Irawan saat peresmian rute, Kamis (25/10/2018).

Ia berharap, kehadiran Wings Air di Mukomuko mampu menjawab tingginya permintaan kebutuhan penerbangan dari pengusaha, masyarakat dan wisatawan.

“Kami optimis, kesungguhan Wings Air untuk mengembangkan Bengkulu dengan didukung inisiasi maupun program dari berbagai pihak menjadi solusi terbaik sejalan mempermudah lalu lintas orang dan membantu percepatan distribusi barang ataupun logistik,” imbuhnya.

Mukomuko merupakan kota tujuan Wings Air ke-5 setelah Batam, Palembang, Padang, Lampung yang dilayanai dari Bengkulu. Dibukanya rute ini sekaligus menghidupkan kembali suasana Mukomuko sebagai destinasi baru dalam menciptakan petualangan seru di Bumi Raflesia.

Mukomuko adalah pintu masuk ke wilayah utara Bengkulu, yang menyimpan sumber daya bisnis, jasa, perdagangan, argoindustri, industri kreatif, pariwisata dan lainnya sebagai kawasan ekonomi baru.

Categories
Domestic

INACA Usulkan Maskapai Buka Kelas Ekonomi Premium

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carrier Assosiation/INACA) mengusulkan ke Kementerian Perhubungan untuk membuka kelas ekonomi premium dalam layanan maskapai penerbangan.

Ketua INACA Ari Askhara menyebutkan, pembukaan kelas baru ini diharapkan bisa menjadi pasar dan pendapatan baru bagi maskapai di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

“Kami akan usulkan kepada Kementerian Perhubungan untuk membuka kelas baru, ekonomi premium. Selama ini kelas ini sudah banyak di maskapai internasional seperti Singapore Airlines dan Cathay Pasific. Jadi kita agak ketinggalan,” ungkap Ari di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Dari segi pelayanan, tentu kelas ekonomi premium ini lebih mewah dibandingkan kelas ekonomi. Namun pelayanan dan fasilitasnya masih berada di bawah kelas bisnis.

Ari mengatakan, sementara ini maskapai yang siap mengimplementasikan kelas baru ini adalah Garuda Indonesia. Kelas ini diklaim akan cocok diimplementasikan pada jenis pesawat wide body yang dimiliki maskapai pelat merah ini.

Ekonomi premium sendiri di dunia internasional digunakan untuk penerbangan menengah yang sekitar 5-6 jam dan juga penerbangan panjang sekitar 10-12 jam.

“Harganya, kalau biasanya kelas bisnis itu 2-3 kali lipat harga kelas ekonomi, nanti kelas ekonomi premium ini harganya sekitar 1,5 kali lipat dari kelas ekonomi. Kursinya juga lebih nyaman,” imbuhnya.

Sebagai langkah lanjut, INACA akan segera menyurati Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Categories
Domestic

INACA Serukan Industri Penerbangan Ambil Langkah Taktis

Assosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carrier Association/INACA) menyerukan agar para pelaku dan regulator industri penerbangan mengambil langkah taktis dan antisipatif dalam menjamin kesinambungan bisnis usaha penerbangan.

“Menghadapi situasi menantang tersebut, baik maskapai penerbangan maupun pemerintah harus seksama mengambil langkah taktis dan antisipatif untuk menjamin sustainability bisnis usaha penerbangan,” ujar Ketua INACA, Ari Askhara saat berlangsungnya Rapat Umum Anggota INACA 2018 di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Menurutnya, dibutuhkan sinergi solid antar anggota INACA untuk menyongsong keunggulan operasional dengan komitmen dari masing-masing maskapai, lembaga, dan pemerintah.

Rapat umum ini membahas tantangan yang dihadapi industri penerbangan nasional dengan semakin kompetitifnya industri penerbangan global.

INACA selaku pelaku industri penerbangan Indonesia sangat dituntut untuk terus melakukan pembenahan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan penerbangan sebagai aspek yang paling utama.

“Kami berharap kegiatan ini akan menghasilkan pemikiran dan masukan-masukan yang bermanfaat bagi kita dalam mengatasi periode turbulensi ini, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan industri penerbangan nasional di masa mendatang,” imbuh Ari.

Menurutnya, Indonesia saat ini menjadi negara terbesar yang menguasai pangsa pasar aviasi di ASEAN. Pertumbuhan industri penerbangan Indonesia selalu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu sekitar 9%.

Adanya sejumlah pengembangan infrastruktur bandara yang dilaksanakan pada tahun berjalan 2017-2018 tentunya juga berdampak langsung dan memiliki pengaruh positif terhadap jumlah traffic di industri penerbangan nasional.

Pertumbuhan tersebut diharapkan menjadi modal Indonesia untuk memperbesar peran industri transportasi udara terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Tentu, kesepakatan keterbukaan pasar udara antarnegara ASEAN menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia.

Dewasa ini, industri penerbangan juga menjadi tumpuan sektor wisata, karena mayoritas pergerakan didominasi oleh jembatan udara.

“Karena setiap jaringan kita akan memberikan makna dan nilai tambah khususnya bagi destinasi-destinasi pusat wisata dan pusat ekonomi baru,” ungkap Ari.

Categories
Domestic

INACA Gelar Rapat Umum Bahas Kondisi Penerbangan Indonesia

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carrier Association/INACA), akan menggelar rapat umum anggota tahunan guna membahas tantangan yang dihadapi industri penerbangan nasional yang semakin kompetitif. Sekretaris Jenderal INACA, Tengku Burhanuddin mengatakan, Rapat Umum Anggota INACA 2018 akan berlangsung di Jakarta pada Kamis, 25 Oktober 2018. Rapat umum ini digelar untuk menjawab tantangan industri sekaligus membangun sinergi seluruh pemangku kepentingan industri aviasi nasional dalam menyikapi perkembangan industri 4.0.

“Rapat Umum Anggota INACA 2018 mengusung tema Managing The Dynamic Challenges in the (National) Aviation Industry diharapkan dapat menciptakan kerja sama dalam merumuskan jawaban untuk perkembangan sektor penerbangan,” kata Burhanudin di Jakarta.

Tahun 2018 dinilai sebagai tahun yang penuh tantangan bagi dunia penerbangan, yang ditandai dengan merangkaknya harga avtur dan penguatan Dolar AS terhadap Rupiah, serta beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi kinerja industri penerbangan, khususnya bagi penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal (charter).

Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA) memperkirakan pada 2035 Indonesia akan mengangkut 250 juta pemakai jasa penerbangan per tahun dan menduduki posisi kelima dari 10 besar dunia pasar penumpang angkutan udara.

“Melihat potensi ini, dan apa yang tengah dilakukan pemerintah, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan perizinan rute, penyesuaian tarif penerbangan terkait kenaikan harga Avtur dan penguatan Dolar AS terhadap rupiah, hingga penataan air traffic yang efektif maka perusahaan penerbangan tanah air dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk bersaing di pasar global,” tambah Burhanuddin.

Indonesia National Air Carriers Association atau INACA merupakan sebuah Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia yang didirikan oleh para pengusaha perusahaan penerbangan pada tanggal 15 Oktober 1970. INACA berfungsi sebagai wadah persatuan antara perusahaan-perusahaan angkutan udara dan kegiatan-kegiatan penerbangan nasional lainnya yang ada di Indonesia.

Categories
Domestic

Beroperasi Sejak 2017, Bandara Maratua Segera Diresmikan

Ditjen Perhubungan Udara ditargetkan membangun 15 Bandara baru sampai dengan akhir 2019. Sampai saat ini telah selesai dibangun dan dioperasikan 10 Bandara Baru dari 15 Bandara tersebut. Ke 10 bandara baru tersebut yaitu Anambas, Namniwel, Miangas, Morowali, Werur, Maratua, Koroway Batu, Kertajati, Samarinda Baru, dan Tebelian.

“Kami telah selesai membangun 10 Bandara baru dan sudah dioperasikan, secara bergiliran nanti akan diresmikan oleh Bapak Presiden. Dalam waktu dekat ini Bandara Samarinda Baru dan Maratua di Kalimantan Timur akan diresmikan,” kata Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, M Pramintohadi Sukarno.

Kedua bandara yang akan diresmikan secara operasional sudah beroperasi dengan baik. Bandara Maratua yang berada di pulau terdepan Indonesia telah menjadi penanda kehadiran negara Indonesia di wilayah tersebut, dan nantinya bandara ini akan terus dikembangkan sesuai dengan pertumbuhan dan kebutuhan masyarakat sekitar.

“Saat ini bandara telah memiliki landas pacu berukuran 1.600m x 30m, taxiway dengan ukuran 75m x 15m dan apron 70m x 100m sehingga pesawat jenis ATR 72 dapat dilayani dengan baik di bandara ini. Untuk fasilitas sisi darat sudah tersedia gedung terminal seluas 750m2, gedung PK-PPK seluas 108m2, gedung genset seluas 96m2, kantor seluas 50m2 dan gedung operasi 6 lantai dengan ukuran 5m x 4m, 2 unit x-ray, dan jalan akses ke bandara sepanjang 60 x 8m pun tersedia”, imbuh Pramintohadi.

Maskapai yang telah beroperasi di bandara ini adalah Garuda Indonesia jenis ATR 72 yang beroperasi setiap hari Sabtu dengan rute penerbangan Balikpapan-Maratua pp. Sedangkan pesawat Susi Air jenis Grand Caravan beroperasi setiap hari Rabu dengan rute Tarakan-Maratua, Maratua-Berau pp. Tercatat pada tahun 2017 Bandara Maratua telah melayani penumpang datang dan berangkat 693 dan 692 orang. Sedangkan tahun 2018 terjadi kenaikan penumpang datang dan berangkat 1.220 dan 1.303 orang.

Categories
Domestic

Ketika CEO Garuda Indonesia Sambut Penumpang di Pesawat

Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kepada pelanggan, Garuda Indonesia melaksanakan program “CEO on Board” pada penerbangan GA 421 Denpasar (DPS) – Jakarta (CGK), Minggu (21/10) . Pada penerbangan GA 421 ini seluruh Direksi Garuda Indonesia turun langsung mempersiapkan layanan penerbangan dan menyambut tamu di pintu pesawat.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara menyebutkan, hal ini baru pertama kalinya dilakukan oleh Garuda Indonesia. Adapun Penerbangan GA421 dipilih sebab rute Bali-Jakarta pada akhir pekan merupakan salah satu penerbangan paling diminati mengangkut 300 lebih penumpang menggunakan pesawat B777-300ER. Ari Askhara mengungkap, program “CEO on Board” digagas untuk menyerap aspirasi pelanggan secara langsung sekaligus menambah insight upaya peningkatan layanan dengan mendengarkan pandangan pelanggan atas kualitas layanan penerbangan Garuda Indonesia.

“Melalui pelaksanaan kegiatan ini kami percaya, bahwa bisnis layanan jasa yang baik, tidak dapat tercapai tanpa adanya kesadaran untuk mendengar lebih dekat masukan dan kritik dari pelanggan,” kata Ari. Inisiatif yang dilakukan ini  juga diharapkan dapat memberikan nilah tambah atas pengalaman penerbangan para pelanggan sekaligus menunjukan bahwa keterlibatan dan masukan langsung para pelanggan memiliki arti tersendiri bagi upaya peningkatan layanan.

“Dengan karakteristik pelanggan yang semakin beragam dan tuntutan atas standarisasi kepuasan layanan yang terus meningkat, pendekatan langsung seperti yang kami lakukan pada hari ini tentunya diharapkan dapat mendukung upaya berkelanjutan Perusahaan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan,” jelas Ari.

Upaya peningkatan kualitas layanan yang terus dilakukan Garuda Indonesia dari berbagai lini operasional telah mengantarkan Garuda Indonesia menjadi salah satu dari 11 (sebelas) maskapai penerbangan dunia yang berhasil meraih sertifikasi layanan bintang 5 dari Skytrax sejak 2014 lalu. Selain itu, Garuda Indonesia juga menjadi satu-satunya maskapai penerbangan dunia yang mampu meraih penghargaan The World’s Best Cabin dari Skytrax selama 5 tahun berturut-turut. Melalui konsep layanan Garuda Indonesia Experience yang mengedepankan keramahtamahan dan kekayaan budaya Indonesia, Garuda Indonesia secara berkelanjutan memfokuskan titik layanan pada 28 touch point , yang mencakup lima area servis: pre journey, pre-flight, in flight, post flight dan post journey.