Ditjen Perhubungan Udara Kaji Penyebab Insiden Penerbangan di Indonesia



Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan mengkaji akar permasalahan dari serious incident maupun accident yang dialami sejumlah maskapai penerbangan di Indonesia beberapa waktu terakhir.

“Kita lihat, sebenarnya inti permasalahan yang membuat dia (maskapai) banyak mengalami accident di titik yang mana. Jadi pesawat itu didesain, dan setelah pesawat itu dioperasikan ada maintenance procedure-nya, apakah maintenance pesawatnya sudah benar,” ujar Agus Santoso, Direktur Jenderal Perhubungan Udara di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (8/3).

Agus juga menambahkan, satu hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana pengoperasian pesawat itu. Menurut Agus, sebuah pesawat itu dioperasikan harus memenuhi standar operasional yang berlaku. “Manakala pesawat itu dioperasikan, akan memenuhi standard operating manual atau SOP. Apakah dikerjakan atau tidak. Itu nanti yang berdampak pada personel yang mengerjakan, sebenarnya siapa yang bertanggungjawab,” ujar Agus.

Menurut Agus, selain melakukan pengecekan di teknik, operational dan maintenance, satu hal yang tidak kalah penting adalah manajemen maskapai.

“Komitmen manajemen terhadap safety itu kita harus cek semua. Karena ada direktur utama, direktur keuangan, direktur teknik, operasional, maintenace dan sebagainya, itu termasuk juga kita evaluasi. Karena kesalahan itu tidak hanya dikarenakan oleh single cause of accident. Biasanya itu multiple cause of accident, baik itu berupa pesawatnya, operasionalnya, dan semuanya. Bisa jadi itu karena keteledoran di lapangan. Semua hasil dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) itu kita evaluasi,” jelas Agus.

Agus juga menyebut akan mengevaluasi sanksi pembekuan rute, karena terdapat sejumlah komplain dari masyarakat. Hal ini dikarenakan sanksi pembekuan rute itu menjadi beban bagi masyarakat. “Oleh karena itu kita evaluasi kembali, kita lebih mengoreksi kesalahan itu ada di mana. Rute itu tetap diterbangi, tapi kita akan mencari akar permasalahannya. Tentunya dengan PR tersebut beban kerja kami bertambah, tapi tidak mengapa. Itu komitmen kami dalam melayani masyarakat,” tutup Agus.

Foto: Istiimewa

Be the first to comment

Leave a Reply