Ditjen Perhubungan Udara Bangun Bandar Udara di Tepian Indonesia



Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan membangun 10 bandar udara di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2017, terutama di tepian Indonesia. Agus Santoso, Direktur Jenderal Perhubungan Udara mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo menekankan pada konektivitas antardaerah.

“Dengan adanya menjangkau daerah perbatasan, maka konektivitas di daerah perbatasan menjadi lebih terjangkau,” ujar Agus di Jakarta, Rabu (8/3) pagi.

Agus juga menambahkan, dengan adanya bandar udara di perbatasan tidak hanya dalam hal konektivitas bagi masyarakat, tetapi juga jika negara mendapatkan ancaman.

In case of emergency, jika negara mendapatkan ancaman, bandara-bandara itu bisa didarati oleh pesawat-pesawat tempur. Sehingga fungsi bandara itu seperti pisau bermata dua,” sebut Agus.

Agus juga menyebut akan ada bandar udara yang akan diresmikan, yaitu Bandar Udara Maratua di Kalimantan Timur. Menurut Agus, selama dua tahun terakhir Direkrorat Jenderal Penerbangan Udara telah mengalokasikan dana sebesar Rp140 miliar agar bandara ini bisa segera tuntas.

“Sebenarnya bandar udara ini mulai dibangun pada tahun 2008, dari studi dan sebagainya. Sampai berganti pemerintah, selama 7 tahun hanya Rp48 miliar,” sebut Agus.

Agus juga menyebut pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata, karena 10 bandar udara yang dibangun merupakan destinasi wisata.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply