Diminta Batalkan Pembelian Airbus A350, Ini Jawaban Garuda…



Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta kepada maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia untuk membatalkan pembelian pesawat Airbus A350. Seperti diketahui, Garuda Indonesia dan Airbus beberapa waktu yang lalu sudah menandatangani Letter of Intent (LoI) mengenai pembelian pesawat terbaru dari Airbus tersebut pada saat Paris Air Show 2015.

Menanggapi hal itu, manajemen Garuda Indonesia mengatakan bahwa perusahaan masih akan fokus dalam upayanya melanjutkan pertumbuhan bisnis pada semester pertama 2015. Bahkan di semester pertama 2015, perusahaan sudah berhasil mendapatkan keuntungan setelah menderita kerugian di tahun-tahun sebelumnya.

Pelaksana Harian Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, pihaknya menyadarai ada perhatian yang begitu besar dari masyarakat terhadap Garuda Indonesia. Apalagi sebagian besar saham Garuda Indonesia dimiliki oleh pemerintah. “Jiwa patriotik yang muncul di Hari Kemerdekaan ini juga sejalan dengan sikap manajemen Garuda Indonesia yang berjuang untuk tetap bisa mempertahankan keunggulan bisnis tidak saja dalam lingkup domestik, tetapi juga dalam persaingan internasional,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Ikhsan, Garuda Indonesia akan tetap fokus dalam menghadapi tantangan di masa depan. Dia juga belum bisa memastikan apakah Garuda Indonesia akan membeli pesawat dari Airbus A350 atau Boeing 787, karena semuanya masih dalam bentuk LoI. “Apakah itu Airbus atau Boeing belum dipastikan. Paris Air Show adalah ajang yang besar berskala internasional buat para industri pesawat terbang untuk memamerkan keunggulan teknologi masa depan yang harus dilihat oleh pelaku bisnis penerbangan,” kata dia.

Ikhsan menerangkan, dalam pameran industri penerbangan besar seperti Paris Air Show, setiap pabrikan berupaya menawarkan produk-produk besar keunggulannya kepada maskapai penerbangan. Hal itu agar Garuda Indonesia bisa mudah menentukan pesawat mana yang cocok untuk dibeli dengan melihat berbagai perbandingan yang ada. Selain itu, Ikhsan mengatakan bahwa berbagai aksi korporasi yang dilakukan Garuda Indonesia sudah dipertimbangkan dengan matang dan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aturan pasar modal, dan ketentuan keuangan lainnya yang menekankan prinsip good corporate governance atau GCG.

Dalam waktu tiga tahun terakhir, kondisi perekonomian global masih menekan pertumbuhan Garuda Indonesia, sehingga manajemen akan mengambil keputusan yang paling rasional, termasuk dalam hal pembelian pesawat baru. “Sejak awal manajemen Garuda Indonesia sudah bertekad untuk bekerja keras membenahi dan membawa Garuda Indonesia semakin maju. Dan kita mengawali semester satu dengan hasil yang positif dari posisi yang merugi sebelumnya,” tambah Ikhsan.

Foto: Yulianus Liteni/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply