Danau Kastoba, Danau Mistis di Tengah Pulau Bawean



Pulau Bawean. Foto: Fanny Gumay.
Pulau Bawean. Foto: Fanny Gumay.

Wisata Pulau Bawean tidak melulu soal laut dan pantai. Pulau Bawean dengan lanskapnya yang berbukit-bukit juga menyimpan keindahan lain. Ada air terjun, danau, air panas, dan tentu saja satwa endemiknya, Rusa Bawean. Fanny Gumay menceritakan perjalanannya untuk kita.

Saya mulai hari ketiga pagi ini dengan menyambangi Dermaga Sangkapura. Dermaga ini terletak tidak jauh dari penginapan, jadi saya cukup berjalan kaki saja. Saat tiba sebelumnya tidak banyak kesempatan untuk melihat-lihat, belum lagi posisi matahari yang tepat di atas kepala, panasnya komplit! Dermaga Sangkapura melayani kapal cepat Gresik – Pulau Bawean dan juga kapal-kapal kayu lainnya, sedangkan kapal fery Gili Iyang berlabuh di dermaga yang lain.

Setelah sarapan perjalanan dimulai. Air terjun Murtalaya yang dilafalkan sebagai Murtalaje oleh orang Bawean jadi tujuan pertama. Jarak tempuhnya tidak terlalu jauh, hanya setengah jam bermobil dari penginapan. Sebelumnya saya berhenti di salah satu titik pandang tertinggi di Pulau Bawean yang menjadi lokasi favorit untuk berfoto. Latar belakangnya jelas memperlihatkan lekukan Pulau Bawean, sebuah teluk dan tanjung.

Akhirnya tiba di Air Terjun Murtalaya setelah sepuluh menit bermobil dan kemudian berjalan kaki lima menit dari tempat parkir. Tinggi air terjun ini hanya tiga meter dan airnya keruh. Keunikannya hanya bebatuan yang membentuk, seperti lempengan batu yang ditumpuk rapi. Sayangnya batu-batu ini pun sudah mulai diambil oleh masyarakat. Saat saya datang, dua orang sedang mencongkel batu-batu yang membentengi tebing dan memuatnya dalam sebuah truk besar. Saya yakin tidak lama lagi tebing tanpa bebatuan itu akan longsor.

bawean22

Tujuan kedua adalah Danau Kastoba di Desa Peromaan, Kecamatan Tambak. Setelah melewati sawah, perkampungan penduduk, dan kemudian harus berputar karena ada perbaikan jalan, akhirnya saya sampai di pintu gerbang Wisata Danau Kastoba. Jarak tempuh langsung, tanpa berhenti, kurang lebih 1,5 jam, belum termasuk trekking sejauh 400 meter tapi ditempuh dalam waktu setengah jam karena jalurnya menanjak menyusuri hutan. Danau Kastoba memang terletak di tengah-tengah perbukitan, seperti mangkok yang dibentuk oleh bukit yang mengelilinginya. Posisi danau ini menyebabkan airnya dingin dan segar.

Air Danau Kastoba tenang dan gelap. Pepohonan, di hutan yang mengelilinginya, tumbuh rapat dengan cabang dan daun sampai ke permukaan danau. Tidak ada celah terbuka yang menjadi batas. Tanpa mendengar legenda terjadinya danau ini, kesan mistis sudah terasa. Hikayat sebatang Pohon Kastoba milik Ratu Jin tumbuh subur di tengah pulau. Pohon ini sangat berkhasiat sehingga Ratu memerintahkan dua ekor Burung Gagak putih untuk menjaganya. Tetapi burung tersebut memberikan daunnya ke seorang pemuda buta yang kemudian sembuh. Ratu Jin murka dan mencabut  Pohon Kastoba. Dari lubang bekas pohon keluar lah air yang kemudian membentuk Danau Kastoba.

bawean23

Aktivitas yang dapat dilakukan di Danau Kastoba adalah berenang di tepian yang terbuka. Dilarang untuk berenang ke tengah danau karena sudah pernah ada yang tenggelam dan dari cerita yang beredar, jasadnya tidak ditemukan di danau tetapi di sungai lain atau laut. Dipercaya ada lubang pusaran yang terhubung dengan tempat lain. Dan saya sempat menyaksikan seorang anak yang nyaris tenggelam ketika berenang tidak terlalu jauh dari tepian.

Penulis/Foto: Fanny Gumay / Kawan Jelajah

 

Be the first to comment

Leave a Reply