Dalam Enam Bulan, Garuda Targetkan Peningkatan Signifikan Kinerja Keuangan



Garuda Indonesia menargetkan adanya peningkatan signifikan kinerja keuangan perusahaan dalam enam bulan mendatang dengan mengimplementsikan strategi keuangan jangka pendek yang berfokus pada aspek financial performance, operational excellence, dan customer experience.

“Strategi tersebut  dilaksanakan melalui program  “5 Quick Wins Priority” dengan memaksimalkan fleet cost optimization, route optimization, reduce cost, enhance value from subsidiary Citilink, dan Enhance Revenue Management System,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury saat memaparkan kinerja keuangan dan operasional perusahaan kuartal 1 2017 di Gedung Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta.

Sementara itu dari aspek layanan, komitmen dalam menjaga kualitas pelayanan dan operational excellence akan terus ditingkatkan. Dengan segmentasi pasar Garuda Indonesia sebagai maskapai “full service”, value akan layanan penerbangan akan terus kami maksimalkan, khususnya dengan memperkuat konsep Indonesian Hospitality dan basis layanan digital komersial perusahaan.

Sepanjang kuartal 1 tahun 2017, kapasitas produksi  Garuda Indonesia meningkat 10,9 persen menjadi 15,8 juta dari 14,3 juta seat per kilometer pada 2016. Adapun pertumbuhan seat load factor pada tahun 2017 tercatat sebesar 72,5 persen meningkat 2,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016.

Angkutan kargo udara Garuda Indonesia meningkat 20.2 persen dengan total angkutan kargo sebesar 108,4 ribu ton. Sementara market share perusahaan untuk sektor domestik juga meningkat menjadi 39,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016 sebesar 38,4 persen. Sedangkan sektor internasional juga mencatakan peningkatan market share sebesar 27.7 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar 26 persen.

“Sementara itu pencapaian pendapatan penerbangan charter juga berhasil meningkat sebesar 42.1 persen dengan total pendapatan kuartal 1 mencapai 23.8 juta dollar AS dibandingkan tahun 2016 sebesar16.7 juta dollar AS,” kata Pahala.

Selama tahun 2016, Garuda Indonesia Group juga melakukan penambahan kapasitas penerbangan sebagai bagian dari program pengembangan revitalisasi armada dengan mendatangkan 17 pesawat, yaitu terdiri dari empat pesawat ATR 72-600, empat  pesawat A330-300, satu pesawat B777-300ER, dan delapan pesawat A330-200. Dengan demikian, hingga akhir tahun 2016, Garuda Indonesia Group mengoperasikan sebanyak 196 pesawat dengan rata-rata usia pesawat mencapai 4,6 tahun.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indoaviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply