Curhat Pilot Lion Air, Digaji Lebih Rendah Dari Pilot Asing



Kementerian Perhubungan baru-baru ini mengungkapkan bahwa maskapai penerbangan di Indonesia lebih suka merekrut pilot asing karena gaji yang diberikan lebih murah dibandingkan dengan pilot lokal. Hal itu membuat lulusan sekolah pilot di Indonesia tidak bisa terserap dengan baik oleh maskapai penerbangan alias masih banyak yang menganggur.

Meskipun demikian, hal berbeda diungkapkan oleh salah satu pilot maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia, Lion Air, Capt. Olive. Dia bercerita bahwa gajinya di Lion Air hanya Rp 40 juta per bulan, jauh berbeda dengan pilot asing yang mencapai Rp 150 juta per bulan. Itu belum termasuk berbagai keistimewaan yang diberikan perusahaan kepada pilot asing, seperti pembayaran gaji dalam bentuk mata uang dolar Amerika Serikat, penyediaan apartemen, dan berbagai keistimewaan lainnya.

“Saya digaji hanya Rp 40 juta per bulan, sementara pilot asing sekitar US$ 10.000 sampai US$ 11.000 per bulan. Kita bagian dari rakyat Indonesia hanya digaji segitu, belum lagi fasilitas yang juga berbeda. Mereka pilot asing dibayar menggunakan dolar, diberikan apartemen. Sangat timpang, tidak adil,” ujar Olive.

Olive menyayangkan pilot lokal yang bekerja di negaranya sendiri dengan kualifikasi sama dengan pilot asing malah mendapatkan bayaran lebih rendah. “Kita bekerja di negara sendiri dengan kualifikasi yang sama, kita digaji lebih kecil dari pilot asing. Itu yang terjadi di penerbangan. Pilot asing yang bekerja di Lion Air yang nol pengalaman, mereka hanya mengambil keuntungan dan pengalaman jam terbang lisensinya, dan setelah mendapatkan pengalaman dan lisensinya, mereka pergi lagi ke negaranya, kemudian dibayar lebih tinggi di negaranya. Itulah mereka,” kata Olive.

Foto: Arif Fauzi/PhotoV2.com for Indo-Aviation.comĀ 

Be the first to comment

Leave a Reply