Citilink Tawarkan 3.000 Keping Uang Elektronik



Peluncuran uang elektronik Citilink Mandiri. Foto: Reni Rohmawati.

Citilink Indonesia bersama Bank Mandiri mengeluarkan uang elektronik Mandiri e-money mulai 10 November 2017. Pada tahap awal, ada 3.000 kartu yang ditawarkan, khususnya bagi pelanggan Citilink.

“Untuk yang pertama, kami keluarkan 3.000 uang elektronik Citilink. Kita lihat bagaimana responsnya pada tahun ini. Namun kami optimis, responsnya akan positif,” kata Andy Adrian Febryanto, Direktur Niaga PT Citilink Indonesia di Jakarta, Kamis 19 Oktober 2017.

Saat ini uang elektronik Citilink belum bisa digunakan untuk transaksi layanan produk penerbangan, seperti pembelian tiket, pembayaran layanan makanan dan minuman dalam pesawat SOB, shop on board), serta kelebihan bagasi di bandara.

Alasannya, kata Andy, jumlah uang di kartu e-money itu paling banyak Rp 1juta. Padahal untuk beli tiket pesawat itu bisa lebih dari nilai tersebut. Citilink sedang pikirkan bagaimana uang elektronik itu bisa dikembangkan dengan nilai yang lebih tinggi, mungkin sampai 5 juta rupiah, dan aman.

Peluncuran uang elektronik tersebut merupakan salah satu upaya Citilink menjadi maskapai berbasis teknologi informasi yang mengutamakan aspek kenyamanan dan keamanan. Bank Mandiri digandengnya, selain karena sama-sama BUMN juga merupakan bank terbesar di Indonesia dengan banyak nasabah.

Direktur Distribusi Bank Mandiri, Hery Gunardi mengatakan, sinergi dengan Citilink merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis uang elektronik melalui peningkatan manfaat yang bisa dimanfaatkan pemegang kartu elektronik berlogo Mandiri e-money. “Per Agustus 2017, jumlah kartu Mandiri e-money yang telah diterbitkan mencapai lebih dari 10 juta keping. Frekuensinya lebih dari 300 juta transaksi senilai Rp3,4 triliun,” ujarnya.

Menurur Hery, sekarang ini e-money dapat digunakan untuk bertransaksi di sekitar 1.000 merchant dengan jumlah outlet lebih dari 52.000 unit. Manfaatnya, antara lain, untuk pembayaran tol, tarif bus (Transjakarta, Trans Jogja, dan Batik Solo Trans), kereta (RaiLink Medan dan Jakarta Commuter Line), parkir (Quality Parking, Secure Parking, dan Parkir Stasiun Reska serta Terminal Parkir Elektronik), toko-toko ritel, SPBU, restauran cepat saji dan arena rekreasi.

“Peluncuran uang elektronik ini merupakan bentuk dukungan Citilink yerhadap program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT),” kata Andy. Pada Agustus 2014, Pemerintah melalui Bank Indonesia meluncurkan GNNT untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam bertransaksi tanpa uang tunai. Uang elektronik Citilink memiliki tiga desain eksklusif berupa gambar pesawat dan mesin pesawat. Yang ingin memilikinya dapat memperolehnya di dalam pesawat saat terbang bersama Citilink.

Be the first to comment

Leave a Reply