Citilink Minta Penjualan Avtur Tidak Dimonopoli



Citilink Indonesia, salah satu maskapai penerbangan berbiaya rendah terkemuka di Indonesia, mendukung upaya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang mendesak Pertamina untuk menurunkan harga bahan bakar pesawat atau avtur. Dukungan ini terjadi karena harga avtur yang dijual oleh Pertamina lebih mahal 20 persen dibandingkan dengan harga avtur internasional.

Direktur Komersial Citilink Indonesia Hans Nugroho mengatakan, selain mendukung penurunan harga avtur, pihaknya juga meminta pemerintah memberikan kesempatan kepada perusahaan swasta untuk menyuplai avtur di bandara. Selama ini penjualan avtur di bandara Indonesia dimonopoli oleh Pertamina. “Seharusnya jangan monopoli. Saya nggak bilang nggak kompetitif, tapi mau beli ke mana lagi. Senang tentunya kalau ada pilihan harga yang lebih murah. Harga fuel kan mendominasi sekitar 50 persen dari biaya operasional. Kalau turun sedikit saja itu sudah sangat membantu,” kata Hans.

Menurut Hans, jika harga avtur turun maka maskapai penerbangan memiliki ruang yang lebih lebar untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. “Kalau industri punya pilihan harga, itu bagus. Ini terobosan bagus dari struktur biaya. Dampaknya selain harga tiket bisa turun, kami juga bisa mengombinasikan dengan peningkatan pelayanan,” ujarnya.

Foto: Leonardo Kosasih/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply