Cessna 172 Skyhawk, Mesin Tunggal Terpopuler



Cessna Skyhawk
Foto: Textron Aviation Media Gallery

Cessna 172 Skyhawk merupakan pesawat sayap tetap paling populer di dunia. Dengan jumlah pesawat yang telah diproduksi sebanyak  lebih dari 43.000 unit, pesawat  bermesin tunggal ini memilikiempat  kursi dan desain sayap di atas (high wing). Pesawat ini merupakan pengembangan dari versi sebelumnya, yaitu Cessna 170.

Awalnya Cessna 172 memiliki rupa yang sama dengan Cessna 170, terutama pada   straight aft fuselage dan tinggi kaki landing gear. Meski begitu,  varian 172 memiliki ciri khusus. Tail fin-nya  lurus sedangkan varian 170 memiliki fin dan rudder yang melengkung.

Varian lanjutan 172 kemudian menggabungkan perubahan landing gear dan swept-back tail fin yang masih digunakan hingga sekarang. Pengembangan tata letak yang terakhir, pada pertengahan 1960-an adalah membuat rear deck yang memungkinkan diadakannya aft window. Cessna tidak pernah mengubah konfigurasi airframe sejak saat itu, kecuali meng-upgrade pada avionic dan mesin pesawat, salah satunya penggunaan Garmin G1000 sebagai instrument kokpit pada tahun 2005.

Produksi varian 172 sempat dihentikan pada pertengahan 1980-an, tetapi dilanjutkan kembali pada 1996 dengan memproduksi varian Cessna 172R Skyhawk yang ditenagai mesin 160 hp (120 kW). Pada 1998, Cessna menambah kemampuan mesin sebesar 180 hp (135 kW) pada Cessna 172S Skyhawk.

Ada banyak varian Cessna 172. Varian pertama muncul pada November 1955, yang juga dikenal sebagai  Model 1956 dan tetap diproduksi hingga digantikan oleh varian 172A di awal era 1960-an. Varian ini dilengkapi oleh mesin Continental O-300 145 hp (108 kW) six-cylinder, mesin berpendingin udara dan memiliki maximum gross weight seberat 2,200 lb (998 kg). Total sebanyak 4.195 unit 172A telah diproduksi selama lima tahun. Kemudian ada Cessna 172A, yang merupakan pengembangan dari varian sebelumnya, di mana pada varian ini diperkenalkan desain swept-back tailfin. Sebanyak 1.015 unit telah diproduksi.

Kemudian ada varian Cessna 172B, 172C, 172D, 172E, 172F, 172G, 172H, 172I, 172J, 172K, 172L, 172M, 172N, 172O, 172P, 172Q Cutlass, 172R, 172S, dan 172RG Cutlass. Setiap varian baru merupakan pengembangan dari varian sebelumnya, di antaranya dari segi mesin maupun avionic pesawat. Misal, Cessna 172Q yang diperkenalkan pada tahun 1983 dan diberi nama Cutlass yang tujuannya untuk membentuk afiliasi dengan varian 172RG, meskipun ini adalah varian pengembangan dari 172P dengan menggunakan mesin Lycoming O-360-A4N bertenaga 180 tenaga kuda (134 kW).

Kemudian ada varian Cessna 172S yang ditenagai oleh mesin  Lycoming IO-360-L2A dengan tenaga sebesar 180 tenaga kuda (134 kW). Maksimum engine rpm meningkat menjadi 2.700 rpm dari sebelumnya sebesar 2.400 rpm, yang merupakan hasil dari peningkatan dari varian 172R sebesar 20 hp (15 kW). Akibatnya, berat lepas landas maksimum meningkat menjadi 2.550 lbs (1.157 kg). Model ini dipasarkan dengan nama Skyhawk SP, meskipun lembar data Type Certification menentukan itu adalah 172S. Varian 172S juga dilengkapi oleh instrument kokpit Garmin G1000, dan varian ini masih diproduksi hingga sekarang.

Di Indonesia, operator Cessna 172 kebanyakan dari berbagai sekolah penerbangan. Di antaranya Nusa Flying School, Wing Flying School (termasuk Angkasa Aviation Academy), Bandung Pilot Academy dll. Meskipun demikian, ada juga yang merupakan private own.

Foto: Textron Aviation Media Gallery

Be the first to comment

Leave a Reply