Calon Pilot Lion Air Group Dapat Bantuan Kredit Briguna



Penandatanganan kerjasama pinjaman calon pilot Lion Air Group dan BRI. Foto: Reni Rohmawati.

Para calon pilot yang sekolah di Angkasa Aviation Academy (Triple A) milik Lion Air Group tak perlu lagi khawatir kekurangan biaya untuk pendidikannya. Pasalnya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersedia memberikan fasilitas kredit Briguna untuk membantu pembiayaannya.

“Sekarang ini akan ditandatangani dan diserahkan akad kredit bagi pilot-pilot yang sekolah di Triple A. Dana BRI ini memang luar biasa,” ujar Edward Sirait, Presiden Direktur Lion Air Group, di Lion City, Balaraja, Banten, Jumat (29/9/2017).

Tiga pilot dari 20 pilot yang sudah disetujui kreditnya mewakili penandatanganan akad kredit tersebut. “Masih banyak pilot yang mengajukan dan kini dalam proses,” ucap Edward, seraya menyebutkan Rp350juta-Rp450juta besarnya kredit yang diperoleh masing-masing calon pilot itu.

Saat ini, Triple A yang berbasis terbang di Bandara Cakrabhuwana, Cirebon, dan Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, itu sedang mendidik 240 calon pilot. Biaya pendidikannya Rp750juta sampai memperoleh CPL-IR (Commercial Pilot License-Instrument Rating) dan ATPL (Air Transport Pilot License) frozen, termasuk terbang dengan pesawat twin engine. Lulusannya terserap di Lion Air Group.

Menurut Institution BRI, Sis Apik Wijayanto, dana yang dialokasikan BRI untuk kredit Briguna bagi para calon pilot Lion Air Group itu memang cukup besar. “Kalau rata-rata dapat kredit Rp450juta, untuk 1.000 pilot dananya siap,” ungkapnya.

Kredit Briguna itu, kata Sis, dengan bunga yang rendah dan tanpa agunan. Kenapa BRI bersedia menyediakan dana itu? “Kami yakin bahwa pilot itu sudah dididik disiplin dan melalui pendidikan karakter yang baik. Mereka sudah terseleksi dan berprestasi. Apalagi mereka akan menjadi pilot Lion Air Group yang karakter perusahaannya sama dengan BRI, yang bergerak di segmen middle class. Ke mana mereka terbang, di situ ada BRI. Terutama dana ini memang untuk pendidikan dan kesejahteraan pilot,” paparnya.

Walaupun demikian, Edward berpesan kepada para calon pilot yang mendapatkan kredit Briguna untuk tidak membuat masalah. “Karena nanti, calon pilot berikutnya akan terhalang untuk menerima bantuan dana itu. Dengan adanya dana, Lion pun bisa membuka kelas baru untuk calon pilot. Anggaplah orang lain membantu Anda karena ini bukan semata-mata uang, tapi ada dampak lain dan jaminannya secara korporat. Jadi jaga, jangan merusak,” tuturnya.

Lion Air Group memang sudah menandatangani nota kesepahaman dengan BRI untuk pelayanan perbankan sejak awal tahun 2017. Program-program perbankan pun dibuat, seperti pemberian kredit bagi calon pilot tersebut. “Bagaimana para pilot, awak kabij, dan tim lainnya bisa jadi nasabah BRI,” ucap Sis, yang ke depan program sejenis akan pula diberikan kepada para awak kabin atau pramugari.

“Kami juga ingin kerja sama untuk program UKM (Usaha Kecil Menengah). Lion akan bantu memasarkan. Juga program DPLK atau dana pensiun dan kredit perumahan bagi karyawan. Sebentar lagi, kami juga akan menyelenggarakan travel fair bekerja sama dengan BRI,” kata Edward.

Be the first to comment

Leave a Reply