Bos AirAsia Group Nilai Tarif Batas Bawah Rugikan Maskapai



Chief Executive Officer AirAsia Group Tony Fernandes mengeluhkan kebijakan tarif batas bawah penerbangan sebesar 40 persen dari tarif batas atas yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. Adanya tarif batas bawah ini menurutnya memberikan dampak kepada masyarakat kelas menengah ke bawah yang gemar melakukan liburan.

Selain itu, kata dia, tarif batas bawah ini juga merugikan maskapai penerbangan. Apalagi kondisi ekonomi di Indonesia sedang lesu, membuat tingkat perjalanan dengan pesawat menjadi berkurang. “Tidak hanya untuk AirAsia, tapi untuk maskapai lain seperti Lion, pariwisata domestik saat ini sedang menurun. Saya berharap pemerintah akan mempertimbangkan ulang regulasi tersebut demi warga yang kurang mampu,” kata Tony Fernandes saat acara 300 Millions Guest AirAsia di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (10/8/2015).

Menurut Tony Fernandes, penumpang asal Indonesia berkontribusi sebesar 25-27 persen dari total kapasitas yang disediakan oleh AirAsia Group. Oleh karena itu, kebijakan tarif batas bawah sangat berdampak pada perusahaan. “Motto AirAsia sendiri everyone can fly. Nah sekarang tarif domestik makin mahal dan saya rasa banyak masyarakat kelas menengah ke bawah yang dirugikan,” tambahnya.

Selain itu, Tony Fernandes mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang melambat sangat berdampak pada pengusaha dengan skala kecil hingga menengah. “Ada banyak pengusaha skala kecil hingga menengah yang seharusnya bisa mengembangkan bisnisnya, malah jadi terhambat. Jadi menurut saya pariwisata internasional berkembang dengan baik, tapi justru pariwisata domestik tertekan akibat regulasi ini,” tandas dia.

Foto: AirAsia

Be the first to comment

Leave a Reply