Batik Air Tolak Pemerataan Penerbangan di Soekarno-Hatta



JAKARTA, 25/4 - PELUNCURAN BATIK AIR. Seorang pramugari berdiri dengan latar belakang pesawat Batik Air dengan jenis Boeing 737-900 ER saat peluncurannya di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis (25/4). Batik Air yang merupakan anak perusahaan dari Lion Group akan melayani rute penerbangan pertama Jakarta-Manado pada 3 Mei 2013 . FOTO ANTARA/HO/Ari/spt/13

Keputusan Kementerian Perhubungan yang akan meratakan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dari 72 pergerakan per jam menjadi 60 pergerakan per jam rupanya mendapatkan tanggapan beragam dari maskapai penerbangan. Batik Air misalnya, perusahaan penerbangan milik Lion Group ini menolak dengan keras keputusan Kementerian Perhubungan.

Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie mengatakan bahwa pihaknya keberatan jika harus melepas penerbangan di jam-jam sibuk yang sudah mereka kantongi dan mengalihkannya ke jam-jam kosong. Alasannya, Batik Air lebih memprioritaskan jadwal penerbangan yang disukai oleh penumpang. “Bila jadi 60 penerbangan, ada 12 penerbangan yang dipangkas. Kami tidak mau,” kata dia.

Menurut Luthfie, dengan kondisi Bandara Soekarno-Hatta yang sudah melayani 72 pergerakan per jam perlu menambah peralatan agar pergerakan pesawat bisa ditingkatkan, bukannya malah dikurangi menjadi 60 pergerakan per jam. Luthfie memberikan saran agar Bandara Soekarno-Hatta mencontoh Bandara London Heathrow di Inggris yang bisa menampung 90 pergerakan pesawat per jam menggunakan peralatan canggih.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply