Batik Air Minta Penumpang Tidak Bercanda Terkait Bom



Seorang penumpang Batik Air mengklaim membawa bom dalam penerbangan ID6541 dari Kupang menuju Jakarta, kemarin, Sabtu (27/12/2015). Penerbangan pun terpaksa ditunda untuk melakukan pemeriksaan ulang. Seluruh penumpang diminta turun dari pesawat untuk diperiksa kembali, begitu juga dengan barang-barang yang sudah masuk ke dalam pesawat. Meskipun hanya candaan, kru penerbangan maupun pihak bandara akan menanggapi dengan serius hal-hal yang terkait dengan keamanan dan keselamatan penerbangan.

Batik Air meminta kepada penumpang untuk tidak bercanda dan bermain-main dengan kata bom di dalam penerbangan. Akhir-akhir ini semakin banyak penumpang yang melakukan candaan tersebut sehingga merugikan pihak maskapai penerbangan maupun penumpang. “Mungkin mereka bercanda. Kita akhir-akhir ini suka lihat di berita ada penumpang bercanda bawa bom. Padahal kan di dalam Undang-Undang Penerbangan tidak boleh membawa bom, membahayakan,” ujar Public Relations Manager Lion Group Andy M. Saladin.

Menurut Andy, akibat candaan penumpang yang mengatakan membawa bom, penerbangan yang semestinya berangkat pukul 08.00 terpaksa ditunda dan baru diberangkatkan pukul 11.10. Penumpang yang mengaku membawa bom pun diperiksa intensif oleh pihak kepolisan dan bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan Pasal 344 huruf e yang menyebutkan bahwa pemberian informasi palsu sebagai tindakan melawan hukum. Atas perbuatan ini, pihak yang bersangkutan bisa dijerat dengan Pasal 347, dimana pemberi informasi palsu yang membahayakan penerbangan bisa dipidana maksimal satu tahun penjara.

Kementerian-Perhubungan-Candaan-Bom-Di-Pesawat

Foto: Airbus

Be the first to comment

Leave a Reply