Baru 30 Persen Wisatawan Mancanegara Gunakan Direct Flight ke Indonesia



AirAsia membuka penerbangan langsung Jakarta-Macau. Foto: Reni Rohmawati.

Minimnya kapasitas kursi direct flight (penerbangan langsung) ke destinasi-destinasi wisata di Indonesia dari berbagai destinasi di mancanegara menjadi salah satu faktor penghambat peningkatan jumlah wisatawan mancanegara. Baru 30 persen wisatawan itu yang terbang langsung, sisanya masih transit ke kota-kota di negara tetangga.

Menjawab hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak maskapai penerbangan untuk membuka rute-rute internasional yang memiliki potensi besar dalam membawa wisatawan ke Indonesia, seperti dari China dan India. “Saya juga minta Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II untuk membebaskan landing fee dalam waktu tertentu bagi maskapai tersebut, bahkan diskon PSC (passenger service charge),” katanya ketika menghadiri acara penyambutan penerbangan perdana Indonesia AirAsia Indonesia (AAI) rute Jakarta-Macau di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (7/8/2017).

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan, 80 persen jumlah wisatawan asing datang lewat udara dan sisanya menggunakan cross border cruise. Namun aksesibilitas udara langsung (direct flight) ke destinasi wisata di Indonesia masih susah. Padahal di negara-negara tetangga, seperti Thailand 85 persen dan Malaysia 80 persen wisatawan mancanegara, sudah terbang langsung.

Batik Air Terbang ke Chennai India

Batik Air kembali melakukan ekspansi bisnis dengan membuka rute internasional baru ke Chennai, Tamil Nadu, India, sejak 23 Juli 2017 kemarin.

Dengan adanya penerbangan langsung AAI rute Jakarta- Macau, Gde Pitana mengapresiasi karena wisatawan dari China memang sangat potensial. “Jumlah wisatawan China sudah mencapai 128 juta orang, tapi kita hanya kebagian sekitar 1 persennya atau hanya 1,4 juta wisatawan,” ungkapnya.

AAI, kata Gde Pitana, berkontribusi positif dalam membawa wisatawan mancanegara, yang tahun 2016 jumlahnya 2.337.000 wisatawan. ‘Kementerian Pariwisata siap untuk terus mendukung AirAsia, salah satunya dengan joint promotion yang sebelumnya telah kami lakukan bersama untuk rute-rute baru, seperti Mumbai dan Tokyo.”

CEO Grup AirAsia di Indonesia, Dendy Kurniawan mengatakan, “Penerbangan Jakarta-Macau sekarang ini tiga kali seminggu menggunakan pesawat Airbus A320-200 berkapasitas 180 kursi. Frekuensi penerbangan akan ditingkatkan menjadi empat kali seminggu mulai 1 September 2017.”

Menurut Dendy, Macau merupakan destinasi internasional kelima AAI dari Jakarta setelah Kuala Lumpur, Penang, Bangkok, dan Singapura. Sebagai pintu gerbang untuk menjelajahi Wonderful Indonesia, wisatawan yang tiba di Jakarta dari Macau dapat meneruskan perjalanannya ke berbagai destinasi domestik AAI, yakni Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar, Bali.

Pada acara penyambutan penerbangan perdana Jakarta-Macau itu, hadir pula Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso; Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin; Pendiri sekaligus CEO Grup AirAsia, Tony Fernandes; Pendiri sekaligus CEO Grup AirAsia X, Datuk Kamarudin Meranun; Komisaris Utama AirAsia Indonesia, Pin Harris; Direktur Utama AirAsia X Indonesia, Kapten Sulistyo Nugroho Hanung; juga Ketua Penerbangan Kargo sebagai wakil dati INACA yang juga Direktur Utama PT Cardig Air, Boyke Soebroto.

Be the first to comment

Leave a Reply