Bangun Runway Ketiga di Cengkareng, AP II Bakal Gusur Lima Desa



Angkasa Pura II (AP II) berencana membangun landasan pacu (runway) ketiga di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Landasan pacu baru diperlukan lantaran pergerakan pesawat saat ini dengan dua runway yang ada sudah sangat padat, khususnya pada jam-jam sibuk. Dalam proses pembangunan itu, Angkasa Pura II bakal menggusur tiga desa dan dua kelurahan yang terbagi dalam tiga kecamatan. Kelima wilayah yang terkena dampak penggusuran itu tersebar di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan data Angkasa Pura II, kelima wilayah meliputi Kelurahan Benda di Kecamatan Benda (Kota Tangerang), Kelurahan Selapajang Jaya di Kecamatan Neglasari (Kota Tangerang), Desa Rawa Burung dan Desa Rawa Rengas di Kecamatan Kosambi (Kabupaten Tangerang), serta Desa Bojong Renged di Kecamatan Teluknaga (Kabupaten Tangerang).

Corporate Secretary Angkasa Pura II Agus Haryadi menturkan bahwa total luas lahan di lima wilayah yang akan dibebaskan mencapai 173,19 hektar, dengan wilayah yang paling luas terkena dampak penggusuran adalah Rawa Burung dan Rawa Rengas. Bahkan untuk wilayah Rawa Burung, hampir seluruhnya terkena penggusuran. “Yang wilayahnya terdampak paling besar adalah Desa Rawa Burung dan Desa Rawa Renges, masing-masing seluas 60,69 hektare dan 65,85 haktare,” jelas Agus.

Menurut dia, Angkasa Pura II sudah melakukan persiapan sebelum proses pembangunan dilakukan, salah satunya mesosialisasikan besaran ganti rugi pada awal November lalu. Saat ini perusahaan masih menunggu hasil invetarisasi jumlah keluarga, rincian lahan, dan bangunan dari kelima wilayah yang terkena dampak penggusuran. “Saat ini pembebasan lahan masuk tahap persiapan. Kami menanti masukan data dari pemerintah daerah setempat,” ungkap Agus.

Angkasa Pura II sendiri menargetkan proses pembebasan lahan sudah selesai pada 2017, sedangkan pembangunan landasan pacu sudah selesai dan siap digunakan pada 2018. Landasan pacu ketiga akan melengkapi landasan pacu pertama dan landasan pacu kedua yang sudah ada.

Foto: Tri Setyo Wijanarko

Be the first to comment

Leave a Reply