Bandara Lebak Batal Dibangun, MRIS Rugi Rp 3 Triliun



PT Maja Raya Indah Semesta (MRIS), rekanan Lion Group dalam pembangunan Bandara Lebak, mengaku kecewa dengan Kementerian Perhubungan yang telah menolak rencana pengembangan bandara baru di Lebak, Banten. Pasalnya, perusahaan sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit dalam rencana pembangunan bandara tersebut.

Direktur Utama MRIS Ishak mengatakan bahwa perusahaan sudah mengeluarkan dana sebesar Rp 3 triliun. Dana itu umumnya digunakan untuk pembebasan lahan yang mencapai 5.500 kilometer persegi. “Nilai investasi pembebasan lahan untuk 5.500 kilometer persegi hampir Rp 3 triliun,” ujar dia.

Menurut Ishak, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan terlalu terburu-buru mengambil keputusan dalam penolakan pembangunan Bandara Lebak. Akibatnya, kerugian tidak hanya terjadi pada MRIS, tapi juga masyarakat yang sudah menyerahkan lahan untuk pembangunan bandara. “Yang rugi masyarakat sudah memberikan tanahnya,” ungkap Ishak.

Awalnya, MRIS menargetkan pembebasan lahan sudah selesai seluruhnya pada tahun 2016 karena proses pembebasan lahan itu sendiri sudah dimulai pada tahun 2014. “Target awal mulai 2014 pertengahan. Saya janji dua tahun kelar. Untuk bandara saja harusnya sudah kelar kan,” tuturnya.

Foto: Maherda Ekananda/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply