Awaluddin: Kita Berikan Insentif Kepada Maskapai yang Tidak RON di Soekarno-Hatta



[columns size=”1/2″ last=”false”]


[/columns]

Direktur Utama Angkasa Pura II (AP II) Muhammad Awaludin akan memberikan kemudahan dan insentif kepada maskapai yang membuka rute baru dan melakukan RON atau parkir inap pesawat tidak lagi di Bandara Soekarno Hatta, melainkan diarahkan ke kota lain di bawah AP II.

“Masa sih, pada saat sore hari sekitar pukul lima sore mereka sudah RON. Bagaimana caranya saya bisa masukan traffic passenger baru? Kita akan berikan insentif kepada maskapai yang melakukan RON tidak di bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma,” tutur Awaluddin ketika menerima kunjungan Menteri Pariwisata, Arief Yahya di Kantor Pusat Angkasa Pura II, Kompleks Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (17/4).

Menurut Awaluddin, saat ini rata-rata 149 maskapai yang melakukan RON di bandara Soetta. Solusi yang ditawarkan Awaludin adalah RON dilakukan di 12 bandara di Indonesia yang dikelola AP II. Dengan begitu akan mendorong terbentuknya traffic baru.

“Solusinya, pertama pihak maskapai pasti butuh cost untuk memasarkan traffic passenger, dan mereka juga butuh biaya operasi untuk melakukan landing fee, parking fee, aviobridge fee yang berbayar ke Angkasa Pura II,” ujar Awaluddin

“Untuk itu kita mempunyai program, jika itu terlaksana biaya extend operasional bandara kita gratiskan. Misal bandara umumnya sampai jam 21.00, apabila ada pesawat datang dari jam tersebut, biaya operasionalnya kami yang tanggung. Dan program tersebut kami sudah menyurati ke pihak maskapai,” ungkap Awaluddin.

Kapasitas kursi international flights di bawah naungan AP II sebesar 19,5 juta pada tahun 2016. Ternyata hanya efektif mendatangkan 9 juta wisman, dimana wisman tersebut datang melalui transportasi udara atau 75% dari total wisman sebesar 12 juta pada 2016.

Dari total seat capacity of international flight tahun 2016, AP II memberikan kontribusi sebesar 62,6%, yaitu sebesar 12,2 juta. Sedangkan jumlah wisman yang melalui bandara AP II mempunyai kontribusi sebesar 33,3% dari total wisman Indonesia melalui transportasi udara.

AP II saat ini mengoperasikan 13 bandara, dimana 10 bandaranya sudah menjadi bandara internasional. Tiga lainnya seperti Silangit di Danau Toba,  Sultan Taha di Jambi, Depati Amir di Pangkal Pinang yang dalam proses pengembangan menjadi bandara internasional.

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply