Awal 2017, Batik Air Berencana Terbangi Tujuh Kota di Luar Negeri



Sebagai bagian dari upaya menyasar pasar regional, maskapai dengan pelayanan penuh, Batik Air berencana membuka layanan penerbangan ke tujuh kota di luar negeri pada semester I/2017. Ketujuh kota tersebut adalah Kuala Lumpur di Malaysia; Chennai, Kalkuta, dan Mumbai di India. Lalu, Shenzhen dan Guangzhou di China; dan Perth di Australia. .

Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie mengatakan, maskapainya akan terbang ke kota-kota tersebut setiap hari (daily flight) ddan proses pengajuan rute internasional sampai saat ini masih berjalan. Dia optimistis ketujuh kota itu siap dilayani seluruhnya di akhir semester I/2017.

“Rute ke India masih kami jadwalkan dapat terbang bulan ini. Mungkin pada pekan ketiga. Tetapi, untuk tahap pertama ini, tidak langsung ke tiga kota. Chennai dulu dengan frekuensi terbang satu kali sehari,” katanya di Jakarta.

Setelah itu, lanjut Achmad, Batik Air mulai membuka penerbangan ke China dan Australia. Guna mendukung penerbangan tersebut Batik Air berencana bakal mendatangkan empat armada A320 baru pada kuartal I/2017.

Oleh karena itu, dia berharap pemerintah dapat ikut mendukung rencana Batik Air untuk mengembangkan konektivitas ke rute regional itu antra lain dengan meningkatkan kapasitas bandara dalam negeri.

“Kami menyasar pasar luar negeri ini sebenarnya juga masih menunggu pemerintah untuk mengembangkan bandara kita. Sekarang kan, kapasitas bandara kita ini sudah penuh, baik apron [tempat parkir pesawat], maupun ruang udara,” tuturnya

Seperti diketahui, layanan Batik Air masih didominasi di penerbangan domestik. Hingga saat ini, Batik Air baru membuka rute penerbangan internasional, dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Bandara Changi Singapura.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indo-Aviation.com