Arif Wibowo Raih Penghargaan “Indonesia Most Admired CEO 2015”



Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. M. Arif Wibowo meraih penghargaan sebagai “Indonesia Most Admired CEO 2015” untuk kategori Transportasi sekaligus “Top 20 Indonesia Most Admired CEO” dari Majalah Warta Ekonomi. Penghargaan ini merupakan yang kedelapan kalinya diterima oleh Direktur Utama Garuda Indonesia sejak penyelenggaraan acara penghargaan ini pada tahun 2008.

Kedua penghargaan tersebut diserahkan kepada Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia Sari Suharso – yang hadir mewakili M. Arif Wibowo – oleh Founder Majalah Warta Ekonomi Fadel Mohammad disaksikan Pemimpin Redaksi Majalah Warta Ekonomi M. Iksan pada acara yang berlangsung di Jakarta, Kamis (8/12). Pada kesempatan tersebut, Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia Sari Suharso menyampaikan apresiasinya atas penghargaan

“Indonesia Most Admired CEO” tersebut. “Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan seluruh manajemen dan karyawan Garuda Indonesia dalam menerapkan berbagai ide dan strategi terbaik bagi Garuda, terlebih di situasi perlambatan ekonomi global dan industri transportasi khususnya penerbangan yang kian kompetitif seperti sekarang. Ini menjadi tantangan bagi kami semua di Garuda Indonesia dari level karyawan hingga manajemen untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi perusahaan negara,” tambah Sari.

M. Arif Wibowo – yang juga merupakan Ketua Umum Indonesia Air Carrier Association (INACA) – menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia sejak akhir tahun 2014, dimana sebelumnya M, Arif Wibowo merupakan Direktur Utama Citilink Indonesia, anak usaha Garuda Indonesia yang bergerak di bidang layanan penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier).

Penghargaan “Indonesia Most Admired CEO 2016” diberikan kepada para CEO dengan performa kinerja yang baik, memiliki future vision, serta berhasil mengembangkan dan menerapkan ide-ide inovatif  yang membawa perusahaan tumbuh dan berkembang dengan beberapa kriteria penilaian pada aspek leadership, professionalism, personality, achievement / performance, value sharing dan popularity.

Metode penilaian dalam penghargaan ini menggunakan dua sistem riset; kuantitatif dan kualitiatif. Riset kualitatif dilaksanakan berdasarkan performa / hasil kinerja perusahaan sampai dengan pertengahan 2016, sementara riset kuantitatif dilaksanakan dengan melibatkan responden sejumlah mencapai 1.500 orang yang terdiri dari karyawan tetap dari level manager hingga direktur yang telah bekerja minimal tiga tahun di perusahaan swasta, BUMN maupun perusahaan asing dari 16 bidang/industri.

Foto: Garuda Indonesia