Apresiasi Positif untuk Penerbangan Haji Garuda Indonesia



Garuda Indonesia memperoleh apresiasi positif pada penerbangan haji 2017. Foto: Reni Rohmawati.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan apresiasi positif pada penerbangan haji yang baru saja usai dilaksanakan oleh Garuda Indonesia. Maskapai penerbangan BUMN ini memang mencatat prestasi dengan membukukan on time performance (OTP) rata-rata 96,94 persen selama penerbangan haji tahun 2017.

“Saya mengapresiasi Garuda Indonesia Group atas usaha terbaiknya dalam memberikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan. Ini sejalan dengan program Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan aspek keselamatan dalam bertransportasi,” ucap Budi Karya dalam acara “Farewell Boeing 747- 400 dan Syukuran Penerbangan Haji” di GMF AeroAsia, Tangerang, Senin 9 Oktober 2017.

Menhub mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak terkait, yakni PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II dan Garuda Indonesia, juga AirNav Indonesia beserta instansi lain dari dalam dan luar negeri, sehingga penyelenggaraan penerbangan haji pada tahun ini dapat terlaksana dengan lancar dan sukses. Secara khusus, ia juga berterima kasih kepada Kementerian Agama karena telah berulangkali memberikan kesempatan kepada Garuda Indonesia untuk bisa memperbaiki kualitasnya.

Sebelumnya Lukman Hakim menyampaikan, “Saya mengapresiasi Garuda Indonesia karena pelaksanaan haji yang sukses didukung oleh Garuda. Padahal tahun ini jumlah jemaah haji bertambah 52.200 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini jumlah jemaah haji secara sekeluruhan berjumlah kurang lebih 221.000 orang. Jumlah jemaah haji terbesar di dunia.” Dia pun meminta evaluasi dilakukan untuk memberi masukan kepada Kemenag terkait penerbangan haji untuk melakukan perubahan, khususnya demi tercapainya ketepatan waktu penerbangan.

Hari ini, kata Menag, Garuda menyelenggarakan syukuran kesuksesan penerbangan haji, yang artinya adalah menjaga, memelihara, dan merawat pencapaian yang sudah diraih. Bentuk bersyukur juga adalah dengan mengembangkan kesuksesan itu sesuai konteksnya pada masa depan untuk menjadi lebih baik lagi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury mengatakan, tahun ini jemaah haji yang diangkut Garuda jumlahnya signifikan, yakni 107.526 jemaah. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tahun lalu yang sekitar 78.000 jemaah. “Kita syukuri kinerja pelaksanaan penerbangan haji dengan kualitas pelayanannya yang meningkat,” ucapnya.

Pada 6 Oktober lalu, Garuda menandai berakhirnya penyelenggaraan penerbangan haji tahun 2017/1438H. Penerbangan haji ini dimulai pada 28 Juli hingga hingga 26 Agustus untuk fase keberangkatan serta pada 6 September hingga 6 Oktober untuk fase kepualangan. Pada fase keberangkatan, Garuda mencatatkan OTP 98,20 persen, sementara pada fase kepualangan OTP-nya 96 persen.

“Biasanya sulit untuk mendapat OTP yang baik pada saat kepulangan. Namun kali ini, angka OTP kepulangan ini merupakan yang terbaik yang pernah diraih sepanjang sejarah penerbangan haji Indonesia,” ujar Pahala.

Tahun ini, Garuda melayani penerbangan haji dari sembilan embarkasi di seluruh Indonesia, yakni embarkasi Banjarmasin (5.510 jemaah), embarkasi Balikpapan (5.746 jemaah), embarkasi Banda Aceh (4.463 jemaah), embarkasi Jakarta (22.790 jemaah), embarkasi Lombok (4.546 jemaah), embarkasi Medan (8.375 jemaah), embarkasi Padang (6.337 jemaah), embarkasi Solo (33.892 jemaah), dan embarkasi Makassar (15.867 jemaah). Pada jemaah diterbangkan dalam 277 kelompok terbang (kloter) yang dilayani 14 pesawat berbadan lebar (wide body), yaitu tiga Boeing 747-400, lima Boeing 777-300 ER, dan enam Airbus 330-300.

Dalam operasi penerbangan haji tersebut, GMF AeroAsia berupaya menjaga kesiapan pesawat-pesawat tersebut, sehingga tidak ada pesawat yang tidak dapat terbang atau aircraft on ground (AOG). “Ini merupakan hasil dari persiapan yang matang dari 74 engineer berkompetensi tinggi yang disiapkan untuk operasional penerbangan haji di sembilan embarkasi haji di seluruh Indonesia, “ ujar Tazar Marta, Direktur Line Operation GMF.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengatakan, ”Penerbangan haji merupakan bekal bagi GMF dalam menanamkan kepercayaan masyarakat untuk menanamkan sahamnya di GMF.” GMF memang resmi melantai di bursa efek pada 10 Oktober 2017.

Kalau GMF masih berharap menuai berkah dari penerbangan haji, Garuda sebagai induknya sudah memperoleh berkah itu. “Selama penerbangan haji yang berlangsung dalam tiga bulan itu, Garuda meraih keuntungan operasional,” kata Pahala.

Be the first to comment

Leave a Reply