AP II Akan Kurangi Pesawat yang Menginap di Soekarno-Hatta



PT. Angkasa Pura II (Persero) berencana akan mengurangi beban pesawat yang menginap atau RON (remain over night) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke sejumlah bandara lain yang juga dikelola oleh AP II.

“Jadi kalau dia (maskapai) menginap di Soekarno-Hatta dia harus bayar fee, kalau misalnya minta RON tidak di Soekarno-Hatta, misalnya menginap di Depati Amir Pangkal Pinang, kita bisa kasih tahu dia bebas parking fee,” ujar President Director PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin dalam acara Coffee Morning di Kantor Pusat PT. Angkasa Pura II, Tangerang, Selasa (4/4).

Awaluddin menekankan, jika maskapai ingin menginapkan pesawatnya di luar Bandara Soekarno-Hatta, maka maskapai penerbangan harus membawa traffic passengers, misalnya dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Depati Amir atau Bandara Tanjung Pinang. Selain parking fee, landing fee maupun aviobridge fee untuk garbarata juga dibebaskan pembayarannya.

“Kami akan kerjasama dengan maskapai, karena maskapai juga harus berhitung. Yang harus dihitung adalah traffic passengers yang dia bawa. Terus, kami juga akan koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Udara untuk angkutan udaranya, apakah ada slot. Saya rasa kalau di bandara-bandara yang saya sebut tadi seperti Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Sultan Syarif Kasim, Aceh, slotnya sangat longgar,” tambah Awaluddin.

Jika slot di Bandara Soekarno-Hatta sudah longgar, artinya traffic internasional di mana hal ini merupakan permintaan dari Menteri Pariwisata untuk menambah jumlah turis bisa dibawa. Karena, menurut Awaluddin, jika turis landing pada malam hari tidak ada masalah. “Yang penting supporting-nya di terminal itu didukung, misalnya hotelnya, transportasi, menuju tempat penginapan, dan lain sebagainya,” terang Awaluddin.

Awaluddin juga menyebut, pesawat yang diprioritaskan untuk tidak RON di Bandara Soekarno-Hatta adalah pesawat-pesawat berukuran kecil. Sedangkan pesawat widebody (berbadan lebar) tetap di Bandara Soekarno-Hatta, karena di bandara ini fasilitas untuk menunjang widebody lebih baik.

“Sekarang pesawat kecil (yang menginap) tidak terlalu banyak, mungkin sekitar 130-140 pesawat yang menginap tiap malam, pesawat kecil itu seperti ATR dan lain-lain mungkin hanya sekitar 15-20 persen. Tapi kalau 15-20 persen itu bisa kita ‘buang’ ke lokasi bandara di luar bandara Soekarno-Hatta, itu ada ruang untuk dipakai untuk pesawat widebody,” kata Awaluddin.

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply