AP I Anggarkan Rp750 Miliar untuk Pemeliharaan Landasan Pacu



Bandara Juanda, Surabaya. Foto: Joe Roland S Bokau.
Bandara Juanda, Surabaya. Foto: Joe Roland S Bokau.

Seiring dengan peningkatan jumlah penumpang dan lalu lintas pesawat udara yang tidak berbanding dengan kondisi landasan pacu yang ada, PT Angkasa Pura I (AP I) akan melakukan pemeliharaan landasan pacu di sejumlah bandara yang dikelolanya. Hal ini guna meningkatkan pelayanan namun landasan pacu tetap terpelihara dengan bagus.

Menurut Direktur Utama AP I, Danang S. Baskoro, ada beberapa bandara yang tidak bisa beroperasi selama 24 jam. “Seperti Bali, Surabaya, tidak bisa 24 jam. Karena memerlukan pemeliharaan dan perbaikan untuk runway di bandara tersebut. Dengan waktu yang singkat yaitu 5 jam, kita harus berusaha memperbaiki runway di beberapa bandara,” ujar Danang pada Coffee Morning di Gedung Serbaguna PT Angkasa Pura I, Jakarta pada Kamis (9/1) pagi.

“Ada perbaikan tahap awalnya yaitu fix spot-nya dulu, setelah itu baru secara keseluruhan kita rekonstruksi awal untuk meningkatkan kekuatan daripada runway itu sendiri, sehingga diharapkan bisa memperoleh kekuatan yang memadai untuk pesawat-pesawat berbadan lebar, yang frekuensinya sering. Dengan kita melakukan itu, akan memakan waktu 20-22 bulan,” ujar Danang.

Menurut Danang, saat ini ada lima landasan pacu bandara di bawah pengelolaan AP I yang menjalani masa perbaikan, yaitu Bandara Juanda Surabaya, Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Danang menyebut, anggaran yang diperlukan untuk pemeliharaan lima buah landasan pacu di lima bandara di bawah pengelolaan AP I sebesar Rp750 miliar. “Satu landasan pacu Rp150 miliar,” sebutnya. Dia juga menambahkan, dalam waktu 5 jam pemeliharaan tersebut tidak bisa maksimal, terutama pada kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang. “Paling diusahakan persiapan dan persiapannya maksimal, kemudian begitu di-close langsung diperbaiki. Tidak bisa maksimal. Tapi kita tidak bisa minta close,” imbuhnya.

Danang berharap, proses pemeliharaan landasan pacu ini selesai hingga Februari 2019.

Foto: Joe Roland S Bokau / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply