Categories
Transportation

Unhan akan Gelar Seminar Internasional Ilmu Pertahanan

Universitas Pertahanan (Unhan) akan menyelenggarakan Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) pada 11-12 Juli 2018. Seminar bertaraf internasional mengenai ilmu pertahanan ini akan menghadirkan para ahli pertahanan, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, sebagai pembicara.

Rencana seminar ini diungkapkan Sekretaris LP2M Unhan selaku Wakil Ketua 2 IIDSS, Brigjen TNI Drs Wibisono Poespitohadi, M.Sc, M.Si (Han) pada acara silaturahim Unhan dengan awak media massa di Sentul Bogor, Rabu (5/4/2018). Rektor Unhan yang pada 7 April 2018 dilaporkan kenaikan pangkatnya kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi Letjen TNI Dr. Yoedhi Swastanto, MBA, mengatakan, silaturahim tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemberitaan yang bersifat positif, terutama tentang peran dunia pendidikan, khususnya Unhan.

“Peran media massa sangat stategis karena memiliki peranan yang sangat besar dan pengaruh yang sangat kuat, sehingga menjadikannya pusat perhatian publik untuk mengetahui dan mencari berbagai informasi,” ujar Letjen TNI Yoedhi.

Menurut Yoedhi, banyak informasi dan isu-isu di dalam negeri dan luar negeri yang akan langsung diterima oleh masyarakat. Sebaiknya informasi-informasi itu, kata dia, disaring terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan informasi, sehingga tidak menimbulkan perselisihan dan salah pengertian.

Dia melanjutkan, di dunia pendidikan, media massa harus sanggup melakukan fungsinya sebagai bagian dari pendidikan. Mampu menyebarkan beraneka ragam informasi yang terpercaya, aktual, dan terbaru. “Media massa tidak boleh memberitakan berita yang bersifat provokasi; yang berakibat timbulnya perpecahan dan konflik,” ucapnya.

Rektor Unhan pun meminta media massa untuk turut serta memajukan dan mengembangkan Unhan untuk masyarakat. Dengan demikin, pada tahun 2024, Unhan menjadi World Class University.

Categories
Transportation

Mengkaji Angkutan Daring lewat Contoh di Korsel

Peraturan yang mengatur operasional angkutan online masih terus dikaji ulang. Kali ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mencari angkutan daring (online) yang menguntungkan pengemudi (driver) dan pengguna jasa/penumpang”.

Usai FGD, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan mengkaji dan mempelajari sistem pengoperasian Angkutan Sewa Khusus (ASK) yang ada di Korea Selatan (Korsel). Negara ini dinilai berhasil menerapkan kebijakan ASK.

“Indonesia perlu mengkaji penerapan ASK di Korea Selatan dan mengambil hal-hal positif agar bisa diterapkan di Indonesia,” ujar Menhub di sela-sela pertemuannya dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-Beom, di Jakarta, Kamis (12/4).

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Korsel Umar Hadi bersama dengan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi menggambarkan kondisi ASK di negara Ginseng tersebut. “Dubes kami undang untuk sharing tentang angkutan daring di Korea Selatan,” kata Budi.

Umar mengatakan, ada dua opsi untuk angkutan daring di Korsel, yakni solusi regulasi dan solusi teknologi. “Dari solusi regulasi, ASK adalah pelengkap. Bisa menggunakan kendaraan pribadi dan melayani komuter. Kemudian digandengkan dengan solusi teknologi yang menyediakan aplikasi gratis bagi taksi-taksi konvensional Sampai sekarang keseimbangan masih terjaga,” katanya.

Perusahaan aplikasi Kakao Co menyediakan aplikasi gratis bagi angkutan taksi, sementara ASK hanya boleh beroperasi pada jam-jam sibuk atau jam berangkat dan pulang bekerja. Untuk tarif, taksi dan ASK tidak terlalu jauh berbeda. Yang membedakanya adalah penggunaan aplikasi yang memudahkan konsumen.

Umar menyebutkan, 96 persen angkutan taksi sudah menggunakan aplikasi Kakao. Terhitung 18 juta pengguna sudah terdaftar dalam jasa daring tersebut dengan 1,5 juta panggilan setiap hari.

Berdasarkan kajian awal Kementerian Perhubungan, tidak ada perbedaan yang signifikan dari segi peraturan, baik di Indonesia maupun di Korsel, dalam mengatur ASK. Namun aplikasi di Korsel diberikan gratis, sedangkan di Indonesia dengan sistem bagi hasil, yakni 20 persen untuk aplikator, 80 persen untuk pengemudi. Selanjutnya, pihak Kemenhub akan mengundang dan bertemu dengan pihak Kakao Co.

Categories
Transportation

Sobat Aviasi Kunjungi GITC

Sobat Aviasi, komunitas bentukan Ditjen Perhubungan Udara, berkunjung ke Garuda Indonesia Training Center (GITC). Para blogger yang tergabung dalam Sobat Aviasi itu dikenalkan pada berbagai fasilitas yang ada di GITC agar lebih memahami dunia penerbangan. Ujungnya, mereka bisa memahami pentingnya keselamatan penerbangan dan menyampaikannya kepada masyarakat.

“Sobat Aviasi ini sebagai agent of development yang nantinya diharapkan dapat menebarkan kesadaran pentingnya keselamatan penerbangan,” kata Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso di GITC Duri Kosambi Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Menurut Agus, dalam berbagai aktivitasnya, termasuk kunjungan ke GITC itu, Sobat Aviasi diharapkan dapat memahami dunia penerbangan yang sarat regulasi. “Regulasi itu harus dipatuhi oleh seluruh penyelenggara operasi penerbangan, sementara regulator menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan dengan sangat ketat,” tegasnya.

Agus menambahkan, memahami dunia penerbangan yang penuh regulasi itu harus dipatuhi pula oleh pilot, awak kabin atau pramugari-pramugara, engineer, juga pendidikannya. “Training center itu esensial bagi dunia penerbangan karena terkait dengan keselamatan. Namun keberadaannya belum banyak diketahui dan mendapat perhatian masyarakat,” tuturnya.

Karena itu, Dirjen meminta Sobat Aviasi untuk ikut mensosialisasikan keberadaan dan fungsi GITC kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan itu dipersiapkan secara dini dari berbagai elemen dan sungguh-sungguh.

“Di sini kalau sedkit salah, maka dampaknya akan sangat berbahaya. Kita ingin memberikan pemahaman pada para blogger untuk menjaga keselamatan dengan mengimbaunya pada masyarakar luas,” ujar Agus.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Produksi PT Garuda Indonesia Puji Nur Handayani menyambut kedatangan Sobat Aviasi dan mempersilakan untuk melihat fasilitas yang ada di GITC. “Di sini Sobat Aviasi bisa melihat simulator pesawat dan berbagai fasilitas lain, termasuk untuk pelatihan awak kabin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala GITC Capt Martinus Kayadu mengatakan, GITC terbuka untuk dikunjungi masyarakat. “Kalau siswa sekolah minimal setingkat SMP. Biasanya setahun kami menerima 20-30 kunjungan. Bahkan bulan lalu sampai sekarang kami sudah menerima lima kunjungan, termasuk kunjungan Sobat Aviasi,” ucapnya. Di samping itu, GITC juga menerima peserta pendidikan dan latihan dari luar Garuda Indonesia Group, termasuk diklat pilot dari berbagai negara.