Akibat Gempa Ambon, Tower Bandara Pattimura Retak



Bandara Pattimura Ambon. Foto: Twitter.com/amq_ap1

Gempa Ambon yang terjadi pada Selasa 31 Oktober 2017 juga menimbulkan kerusakan bangunan dan fasilitas di Bandara Pattimura. Berdasar hasil pemeriksaan terdapat beberapa kerusakan fisik bangunan, namun tidak mengganggu operasi penerbangan. Pagi tadi pun telah mendarat dengan selamat tiga penerbangan, yakni Batik Air dari Bandara Soekarno-Hatta, serta Batik Air dan Lion Air dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Titik gempa itu tak jauh dari permukaan di area bandara. Kami sudah mengecek kondisi landasan pacu Bandara Pattimura dan tidak ada retakan, sehingga operasi penerbangan tidak terpengaruh oleh akibat gempa tersebut,” kata Agus Santoso, Dirjen Perhubungan Udara di Jakarta hari ini di Jakarta.

Menurut Dirjen, operasional bandara tetap berjalan normal sesuai dengan standar keselamatan. Jadi, penumpang penerbangan yang akan melakukan perjalanan ke Ambon atau dari Ambon bisa tetap tenang karena sampai saat ini operasional bandara masih dalam standar keselamatan.

Akibat gempa Ambon itu, bangunan tower mengalami retak dan pecah kaca pada kabin controller lebih dari 50 persen. Namun secara umum fasilitas navigasi, DVOR PMA, Localizer, dan GPS, masih dalam kondisi normal. Begitu juga dengan kondisi radar dan VHF ER di Gunung Nona, yang dilaporkan masih beroperasi normal. Namun untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, sejumlah kegiatan di tower direlokasi.

Akibat tower belum bisa dipergunakan, operasional APP dan tower dilakukan di ruang Briefing Office. Ruangan ini merupakan tempat yang paling memungkinkan dan aman untuk dipergunakan sebagai antisipasi gempa susulan. Saat ini, AirNav Indonesia juga menyiapkan fasilitas komunikasi, dan sudah siap dioperasikan. Sementara itu, karena pelayanan tower tidak dilakukan di tempat yang tinggi, maka observasi landasan pacu dilakukan oleh personel ATC dari watchroom PKPPK.

“Operasional tower di watchroom itu akan dilakukan sampai perbaikan tower selesai dan bisa digunakan lagi,” tutur Agus.

Dari hasil koordinasi antara Otoritas Bandara Wilayah VIII Bandara Pattimura Ambon dengan PT Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara Pattimura, Lanud Pattimura dan AirNav Indonesia Cabang Ambon, saat ini fasilitas bandara, serta landasan pacu, taxiway, dan apron kondisinya aman. Fasilitas kelistrikan dan lainnya juga normal. Namun terjadi kerusakan fisik di terminal berupa plafon runtuh di beberapa bagian, tapi struktur bangunan masih utuh.

“Alhamdulillah, meskipun pelayanan dilakukan dari operational room darurat, tapi operasional tetap berjalan normal. Semoga keadaan segera pulih dan tidak ada lagi gempa atau bencana berikutnya,” ujar Fheny Purwo H, GM AirNav Indonesia Cabang Ambon.

Pihak AP I, Lanud Pattimura, dan Airnav terus melakukan pengecekan dan pembersihan fasilitas bandara untuk mempersiapkan operasional dan pelayanan penerbangan esok hari. Diharapkan tidak terjadi gempa susulan, sehingga aktivitas penerbangan besok berjalan normal.

Be the first to comment

Leave a Reply