Akhir Tahun, Batik Air Akan Buka Rute ke India, China dan Australia



Mulai akhir tahun ini, Batik Air berencana membuka rute penerbangan berjadwal internasional baru menuju India, China dan Australia mulai akhir tahun ini.

Seperti diungkapkan Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie, bagi industri operator penerbangan, India dan China meupakan pasar yang cukup gemuk, terlebih dua negara itu memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia.

“Ekonomi kedua negara juga terus tumbuh. India misalnya, jumlah kalangan menengah atas di sana, sudah mencapai 200 juta orang. Tentunya, kalau mau bepergian, pasti ke luar negeri,” katanya.

Frekuensi penerbangan berjadwal menuju India, China dan Australia, kata Achmad nantinya dilakukan setiap hari (daily flight). Untuk India, Batik Air akan terbang ke tiga kota, yakni Chennai, Kolkata dan Mumbai, dari Jakarta.

Untuk penerbangan ke China, Batik Air bakal terbang dari Jakarta menuju Shenzhen dan Guang Zhou. Adapun, untuk penerbangan ke Australia, Batik Air bakal terbang dari Bali, dan mendarat di Perth.

“Kami berharap upaya Batik Air membuka penerbangan berjadwal internasional ke tiga negara tersebut dapat membantu pemerintah untuk mengejar target 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019 mendatang,” ujarnya.

Progres membuka penerbangan berjadwal menuju ketiga negara tersebut disebut Achmad masih berjalan. Kendati demikian, sambungnya, proses yang tengah dilalui Batik Air sudah mencapai tahap akhir.

Apabila tidak ada aral melintang, layanan penerbangan berjadwal menuju India akan mulai dilakukan akhir tahun ini. Sementara, penerbangan berjadwal menuju China dan Australia akan dibuka pada 2017.

“India mungkin akhir tahun ini. Sementara dua negara lainnya, kami targetkan baru mulai tahun depan karena memang jumlah pesawat Batik Air saat ini juga masih kurang. China itu mungkin pada Februari,” tuturnya.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indo-Aviation.com