AirNav Investasikan 136 Miliar untuk Layanan Navigasi di Papua



Penerbangan MAF di Papua, Indonesia. Foto: MAF.ORG

Peningkatan pelayanan navigasi penerbangan dilakukan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia di Papua. Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan bahwa peningkatan pelayanan dilakukan melalui berbagai program investasi dalam bentuk modernisasi dan pengadaan peralatan navigasi penerbangan antara lain communication, navigation, surveillance and automation (CNS-A) yang terus digencarkan di Papua.

Sejalan dengan program pemerintah, peningkatan pelayanan dan infrastruktur transportasi udara menyeluruh terhadap keselamatan penerbangan di Indonesia bagian timur, khususnya Papua, harus dipastikan peningkatan pelayanan lalu lintas udara dapat dilakukan dengan baik. Menindaklanjuti keseriusan pemerintah dalam peningkatan pelayanan angkutan udara di Wilayah papua, AirNav Indonesia terus meningkatkan nilai investasi di Papua dari tahun ke tahun secara signifikan.

Pada tahun 2015 program investasi di Papua hanya sebesar Rp. 3,7 miliar, kemudian tahun 2016 meningkat menjadi Rp. 54,9 miliar. “Tahun ini bahkan kembali kami tingkatkan hampir tiga kali lipatnya. Program di dalamnya sudah mengakomodir pula sejumlah bandara-bandara kecil yang potensial dan menjadi tulang punggung bagi roda perekonomian di wilayah Papua,” papar Novie.

Airnav Buka Jalur Penerbangan Selatan Jawa

AirNav Indonesia telah menerbitkan publikasi kepada seluruh stakeholder penerbangan baik domestik maupun internasional mengenai penggunaan jalur selatan Jawa tepat pada peringatan HUT Ke-72 RI, 17 Agustus 2017.

Sejak AirNav Indonesia berdiri, AirNav memberi perhatian khusus untuk meningkatkan layanan navigasi penerbangan di Papua, sehingga peningkatan kualitas dan kuantitas transportasi udara dapat menekan disparitas harga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. Tahun ini investasi senilai Rp. 136,92 miliar dikucurkan untuk Papua. Jumlah tersebut meningkat sebesar 149 persen dibanding tahun 2016 yang sebesar Rp54,98 miliar.

Dalam memenuhi kebutuhan peralatan navigasi penerbangan untuk teknologi surveillance dengan satelit, AirNav Indonesia akan menggunakan produk BUMN dalam negeri yang kualitasnya  tidak kalah dibandingkan produk luar.

Demikian juga untuk telekomunikasi di Papua yang memiliki ratusan bandara, baik jaringan komunikasi VHF, optik dan satelit Vsat, AirNav akan bekerjasama dengan BUMN bidang telekomunikasi yang mempunyai jaringan terluas di Papua, sehingga efisien dan efektif.

Selain peralatan, sumber daya manusia juga menjadi salah satu kunci untuk peningkatan layanan navigasi penerbangan di wilayah Papua.

“Kami telah memiliki road map untuk memenuhi kebutuhan personil navigasi penerbangan. Bahkan untuk di wilayah Papua kami juga meluncurkan program rekrutmen putra-putri terbaik Papua untuk bergabung menjadi personel navigasi penerbangan,” terang Novie.  AirNav telah memilih sebelas putra-putri terbaik Papua dan saat ini mereka sedang menempuh pendidikan dan pelatihan navigasi penerbangan dengan pembiayaan dan insentif dari AirNav. Kesebelas putra-putri Papua tersebut kini tengah menempuh pendidikan dan pelatihan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Jayapura dan diharapkan sudah dapat bekerja pada akhir tahun 2017 ini.

Be the first to comment

Leave a Reply