AirNav Indonesia akan Kaji Komersialisasi Bandara Pondok Cabe



Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia mengaku akan membahas mengenai penataan ruang udara Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, yang rencananya akan digunakan sebagai bandara komersial oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono mengatakan bahwa pembahasan mengenai tata ruang udara Bandara Pondok Cabe akan dilakukan pada Desember 2015 ini, sedangkan hasilnya kemungkinan baru bisa keluar Januari atau Februari 2016. “Kami akan bahas bagaimana penataan ruang udaranya, setelah itu kami akan memberikan rekomendasi ke pemerintah,” ujar dia.

Menurut Wisnu, kajian ruang udara ini sangat penting, apalagi lokasi Bandara Pondok Cabe berdekatan dengan Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. AirNav Indonesia harus memastikan operasional Bandara Halim Perdanakusuma tidak terpengaruh jika Bandara Pondok Cabe menjadi bandara komersial. “Kami harus pastikan itu tidak saling terpengaruh. Kita akan lihat frekuensi terbangnya, terpengaruh atau tidak. Kita harus hati-hati. Halim kan sekarang banyak (penerbangannya), ditambah VVIP. RI1 dan RI2 take-off di situ,” kata Wisnu.

Seperti diketahui, Bandara Pondok Cabe merupakan bandara khusus yang dimiliki oleh Pertamina dan dikelola oleh anak usaha Pertamina, Pelita Air Service. Pertamina baru saja mencapai kesepakatan dengan Garuda Indonesia untuk memanfaatkan Bandara Pondok Cabe bagi penerbangan komersial. Garuda Indonesia setidaknya sudah mempersiapkan delapan rute penerbangan dari Bandara Pondok Cabe ke sejumlah wilayah di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dengan total 25 penerbangan dalam sehari.

Foto: Wikimedia

Be the first to comment

Leave a Reply